JurnalPost.com – Sukoanyar, Kec. Wajak, Kab. Malang, Prov. Jawa Timur — Program Pengabdian Masyarakat (PMM) 15 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini menggelar kegiatan kreatif yang melibatkan siswa-siswi SD Negeri 2 Sukoanyar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PMM UMM berkolaborasi dengan anak-anak dari sekolah tersebut untuk membuat kerajinan tangan dari bahan anorganik yang tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga nilai jual.
PMM adalah salah satu inisiatif penting di UMM yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Berbeda dari Kuliah Kerja Nyata (KKN), PMM memiliki berbagai program yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu bentuk PMM adalah kegiatan ini, yang berfokus pada pemberdayaan melalui aktivitas kreatif.
Di SD Negeri 2 Sukoanyar, mahasiswa PMM 15 UMM mengadakan workshop kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan-bahan anorganik seperti botol plastik bekas, kaleng, dan kertas koran. Para siswa diberi kesempatan untuk belajar mengolah bahan-bahan tersebut menjadi barang-barang yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai jual. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajarkan berbagai teknik dasar pembuatan kerajinan tangan yang meliputi melipat, mengecat, dan menyusun berbagai elemen untuk menghasilkan produk yang unik.
Dengan bimbingan dari para mahasiswa, anak-anak memperoleh keterampilan praktis dalam membuat kerajinan tangan. Mereka diajarkan cara menggabungkan elemen-elemen yang berbeda untuk menciptakan produk yang estetik dan bernilai. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kreativitas mereka tetapi juga memberikan wawasan mengenai potensi ekonomi dari produk kerajinan yang mereka buat, serta pentingnya daur ulang dan pemanfaatan bahan bekas secara kreatif.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa, tetapi juga mengajarkan mereka pentingnya pemanfaatan barang bekas yang ramah lingkungan. Melalui pembuatan kerajinan tangan, anak-anak belajar tentang konsep daur ulang dan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mengasah kreativitas mereka. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemampuan problem solving mereka.

Selain workshop, mahasiswa PMM 15 UMM juga mengadakan sesi diskusi mengenai nilai ekonomi dari produk kerajinan tangan. Para siswa diberi pemahaman tentang bagaimana kerajinan yang mereka buat bisa memiliki nilai jual dan berpotensi menjadi usaha kecil yang menguntungkan. Diskusi ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk lebih serius dalam kegiatan kreatif dan mungkin menginspirasi mereka untuk memulai usaha kerajinan tangan di masa depan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SD Negeri 2 Sukoanyar, Ibu Ipik Kusmartini S.Pd. SD, mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, kegiatan ini juga mendukung pendidikan karakter mereka, terutama dalam hal kreativitas dan tanggung jawab lingkungan,” ujarnya.
Mahasiswa PMM 15 UMM juga merasa puas dengan hasil kegiatan ini. Melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat, mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam konteks dunia nyata. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kami juga berharap anak-anak bisa memanfaatkan keterampilan ini di kehidupan sehari-hari mereka,” kata salah satu mahasiswa peserta, Revinka.
Kegiatan ini adalah contoh nyata dari komitmen UMM dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat yang tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan kreatif. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, PMM 15 UMM menunjukkan bahwa kreativitas dan pendidikan dapat berjalan bersamaan untuk menciptakan perubahan yang berarti.





