Tangerang Selatan, JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) dari Program Studi Akuntansi S-1 melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Akuntansiku, Aksiku terhadap Pembekalan Keuangan Digital untuk Sociopreneurship Siswa-Siswi SMK Nusantara 1 Ciputat” pada Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di SMK Nusantara 1 Ciputat, Jl. Tarumanegara Dalam No.1, Kota Tangerang Selatan.
Di tengah gempuran digitalisasi, kemampuan mengelola keuangan secara modern menjadi kunci bagi generasi muda, terutama mereka yang ingin berwirausaha sejak bangku sekolah. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pamulang melakukan kegiatan yang bertema “Akuntansiku, Aksiku Terhadap Pembekalan Keuangan Digital Untuk Sociopreneurship Siswa-Siswi SMK Nusantara 1 Ciputat” yang bertujuan untuk membekali siswa SMK dengan literasi keuangan digital dan dasar-dasar akuntansi, terutama bagi mereka yang ingin membangun usaha sosial atau sociopreneurship.
Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kegiatan yang bertujuan untuk membantu dan memberikan kontribusi nyata kepada komunitas atau masyarakat. Ini adalah salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dipandu oleh dosen pendamping ibu Nurhayati, S.E., M.Ak, dengan tim pelaksana yang terdiri dari Heidiyah Luthfa Ramadhan selaku ketua, beserta 3 anggota lainnya Gempita Dwi Puspita, Hikmah Oktafiani Soleh, dan Virgie Amelia Putri. Dan 1 kelompok anggota pengabdi di kelas yang sama.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan penuh semangat dari perwakilan sekolah yaitu, Ibu Inung Indahwati, S.E. yang menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama ini. Sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama yang baik, dilakukan pula penyerahan plakat secara simbolis oleh salah satu anggota pengbadi. Penyerahan momen ini menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang menyampaikan materi secara komunikatif seputar pentingnya peran akuntansi sederhana dalam pengelolaan usaha kecil, pemahaman dasar pencatatan keuangan usaha kecil meliputi pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran yang sederhana, serta bagaimana konsep sociopreneurship dapat diterapkan sejak dini oleh para siswa. Materi disampaikan dengan metode menampilkan power point, berdiskusi dan memberikan pertanyaan kepada peserta.
Topik tersebut dianggap sebagai fondasi utama yang sangat dibutuhkan siswa dalam memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri dan bertanggung jawab, sekaligus menerapkan nilai sosial dalam konsep sociopreneurship.
1. Menumbuhkan Semangat Wirausaha Sosial di Kalangan Pelajar
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi menumbuhkan semangat berwirausaha. Banyak pelajar SMK yang sebenarnya sudah mulai berjualan atau merintis usaha kecil-kecilan. Namun sayangnya, semangat berwirausaha itu kerap tak dibarengi kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rapi. Hal sederhana seperti membedakan antara uang usaha dan uang pribadi masih menjadi tantangan. Melalui program ini, kami tidak hanya menjelaskan pentingnya akuntansi sederhana, tapi juga menunjukkan bagaimana pencatatan yang baik bisa menyelamatkan usaha dari kerugian yang tak terlihat.
Lebih dari itu, kami mengajak mereka berpikir tentang usaha sebagai jalan menciptakan kebaikan. Sociopreneurship bukan sekadar tren, melainkan semangat untuk memadukan bisnis dengan empati. Siswa didorong untuk memikirkan ide-ide usaha yang tak hanya menguntungkan, tetapi juga menjawab persoalan di sekitar mereka dari lingkungan, pendidikan, hingga kesenjangan akses teknologi.
2. Mengenalkan Dunia Keuangan Digital
Generasi muda hidup dalam dunia yang nyaris tanpa uang tunai. Tapi ironisnya, tidak semua tahu cara memanfaatkan e-wallet atau QRIS untuk transaksi usaha. Banyak yang menganggap teknologi itu milik “orang dewasa” atau terlalu rumit. Kami berusaha memecah kekakuan itu dengan memperkenalkan secara ringan bagaimana alat-alat pembayaran digital bisa membantu mereka dalam mengelola bisnis, mencatat transaksi, hingga membuat usaha mereka terlihat profesional di mata pelanggan.
Kami ingin para siswa merasa bahwa keuangan digital bukan sesuatu yang asing. Bahwa QRIS dan e-wallet bukan hanya ikon di warung kopi atau toko modern, tapi juga bisa menjadi alat kerja mereka. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa lebih percaya diri menata usahanya.

Antusiasme siswa-siswi SMK Nusantara 1 Ciputat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Pertanyaan – pertanyaan tersebut menggambarkan rasa ingin tahu yang mendalam dan kuat untuk memahami lebih jauh tentang pentingnya keuangan digital di era modern.
Diskusi yang terjadi pun berjalan dengan penuh semangat, memberikan wawasan baru yang tidak hanya memperkaya pemaham mereka tapi juga mewujudkan suasana pembelajran yang aktif serta kondusif dan berhasil memancing focus perhatian dari teman audiens. Kemudian, di penghujung acara diadakan kuis berhadiah untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan dan untuk menutup acara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menanamkan mindset kewirausahaan sosial di kalangan pelajar. Tidak semua siswa akan langsung menjadi sociopreneur, tapi dengan bekal ini, mereka sudah satu langkah lebih siap menghadapi dunia usaha yang semakin kompetitif dan serba digital.
Program ini mungkin hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun kami percaya, semangat yang ditanamkan akan tumbuh dalam benak para siswa. Dengan pemahaman tentang akuntansi sederhana, keuangan digital, dan semangat sociopreneurship, mereka tidak hanya akan menjadi pelaku usaha, tetapi juga agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.





