Oleh: Rachma Dewi Pertiwi
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta
JurnalPost.com – Pendapat yang disampaikan oleh Anita Wijayanti (2017) bahwa peer assessment atau penilaian antar teman yang memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian siswa. Pernahkah berpikir peer assessment itu penting dan perlu diterapkan di sekolah? Ya, pastinya pernah berpikir itu.
Era Kurikulum Merdeka, pendidikan di Indonesia terus berkembang. Pembelajaran melibatkan partisipasi keaktifan peserta didik semakin membaik. Pentingnya memajukan dan meningkatkan keaktifan serta kemampuan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Salah satunya adalah peer assessment atau istilah lainnya adalah penilaian teman sejawat.
Peer assesment atau penilaian sejawat merupakan kegiatan menilai antar peserta didik. Penilaian sejawat yaitu proses seorang peserta didik menilai usaha hasil belajar teman sendiri atau teman lainnya dengan menggunakan lembar pengamatan atau lembaran penilaian. Peer assessment ini berfungsi untuk membantu guru atau peserta didik meningkatkan proses, kemampuan hasil belajar dan kritikan atau masukan dari teman sejawat lain kepada peserta didik serta meningkatkan tanggung jawab.
Hal ini bertujuan meningkatkan kemampuan, kualitas belajar peserta didik dan mendorong kemandirian peserta didik. Peer assessment memiliki kelebihan yakni dapat merubah peserta didik dari pasif menjadi aktif. Mengenai ini, melihat adanya peserta didik kurang motivasi, semangat, serta keberhasilan dalam belajar belum maksimal. Karena itu, peer assessment diperlukan dan diterapkan dalam pendidikan, penerapan asesmen ini untuk membantu kemajuan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Tidak hanya itu saja, peer assessment dapat membentuk karakter peserta didik menjadi aktif, kritis, saling kerja sama dengan teman sejawat serta keberhasilan dalam kehidupan, dan tanggung jawab guna menciptakan lingkungan yang mendukung dan berkembang dengan baik. Namun, faktanya peer assessment hampir tidak dilakukan oleh peserta didik, sehingga guru terkadang tidak melakukan arahan kepada peserta didik untuk melakukan penilaian teman sejawat.
Selain itu, ada beberapa pihak yang kontra dengan peer assessment, banyak peserta didik lebih menginginkan guru menilai peserta didik daripada dinilai oleh teman sejawat. Sebab peserta didik lebih percaya terhadap penilaian dari guru daripada teman sejawat dan juga terkadang dapat menimbulkan terjadinya teman merasa tidak terima atas penilaian dari teman sejawat mengenai kinerjanya.
Sedangkan sisi lain, guru merasa terbebani melakukan penilaian peserta didik, sebab jumlah peserta didik cukup banyak, tergantung seorang guru mengajar di satu atau sampai tiga kelas, karena tiap kelas berjumlah 30-35 siswa. Oleh karena itu, guru membutuhkan waktu banyak untuk melakukan proses penilaian peserta didik dan masih banyak pekerjaan lain yang perlu diselesaikan. Hal ini, peer assessment yang dilakukan oleh teman sejawat dapat membantu meringankan beban guru.
Peer assessment sudah seharusnya perlu diperhatikan oleh pendidik untuk ditingkatkan dan diterapkan, sehingga peer assessment dapat membantu mengevaluasi atau memperbaiki kinerja peserta didik menjadi lebih aktif, termotivasi, memiliki rasa tanggung jawab, serta pembelajaran menjadi lebih baik, dan aktif.
Peer assessment memiliki berbagai manfaat yaitu:
a. memberikan umpan balik yang dapat membantu peserta didik mengembangkan usaha atau kinerjanya dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar;
b. meningkatkan keterampilan dalam berkomunikasi guna meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi saat kerja kelompok atau kegiatan belajar mengajar;
c. mengembangkan rasa tanggung jawab yang berarti mengembangkan rasa tanggung jawab teman sejawat dan diri sendirinya;
d. memperkuat motivasi belajar;
e. meningkatkan kerja kelompok;
f. dapat menggunakan lembaran penilaian dalam pengembangan keterampilan teman sejawat meliputi memberikan masukan yang positif dan membangun, mengatur pembelajaran dengan cara mandiri, meningkatkan keterampilan dan kesadaran;
g. mengurangi beban guru dalam proses penilaian.
Peer assessment sejatinya perlu digunakan di sekolah, guna membantu meningkatkan mutu pembelajaran. Sebagai guru, sudah seharusnya kita mempunyai tanggung jawab untuk mampu menciptakan lingkungan di mana peserta didik dapat tumbuh kembang dengan baik. Proses penilaian teman sejawat merupakan salah satu dapat mencapai tujuan membantu mengembangkan kinerja peserta didik dan pembelajaran di sekolah.





