JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan inovasi produk tisu dengan memanfaatkan limbah organik pelepah pisang dan alga hijau. Di tangan mahasiswa UM limbah organik pelepah pisang dan alga hijau disulap menjadi sebuah barang yang dibutuhkan oleh masyarakat yaitu tisu.
Para mahasiswa UM yang melakukan penelitian dan menciptakan inovasi tisu dari limbah pelepah pisang dan alga hijau terdiri dari Dwi Endah Wulandari, Devinda Anggita Putri Sejati, Adi Cahyono, Nisha Alia Ramadhani dan Andina Setia Wijaya dibawah bimbingan dosen Indra Kurniawan Saputra, S.Si., M.Si.
Latar belakang ide tersebut muncul karena kekhawatiran mahasiswa terkait isu lingkungan, dimana tisu yang biasanya terbuat dari serat selulosa pohon, mampu menyebabkan deforestasi pada hutan di Indonesia. Didukung oleh data dari Badan Pusat Statistik (2022), dimana industri tisu menjadi salah satu komoditas olahan hutan terbesar yang menggunakan 8,87 juta ton pohon per tahunnya. Disisi lain, industri tisu masih memanfaatkan bahan kimia yang berbahaya seperti asam kuat dan basa kuat dalam pembuatannya sehingga berpotensi merusak lingkungan.
“Urgensi tersebutlah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi produk baru yang tidak sekedar ramah lingkungan, namun aman dan nyaman dipakai oleh Konsumen” kata ketua tim PKM kewirausahaan ini.
Tisu tersebut diciptakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diberi nama GREATS (Green Innovation Antibacterial Tissue). Program penelitian dan inovatif itu diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Produk GREATS juga mendukung SDGs nomor 12 yaitu menjamin pola produksi dan konsumsi berkelanjutan untuk mengurangi limbah pelepah pisang dan limbah industri tisu, serta SDGs nomor 15 yaitu menjaga ekosistem daratan dengan menekan deforestasi.
Pada tanggal 25 Mei 2024, GREATS mengikuti pameran. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Departemen Sastra, Universitas Negeri Malang dengan rangkaian acara terdiri atas pameran, workshop, international poster exhibition, thrift, bazar, kolase dan masih banyak kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut, terbuka untuk umum sehingga menjadi kegiatan yang sangat potensial untuk mempromosikan tisu berbahan dasar pelepah pisang dan alga hijau yang diberi nama GREATS.
Dalam kesempatan tersebut, GREATS dipromosikan sebagai tisu yang memiliki keunggulan bersifat antibakteri, dapat menyerap lebih baik, ramah lingkungan, dan menggunakan teknologi yang tidak menghasilkan limbah berbahaya. Latar belakang ide tisu tersebut muncul karena kekhawatiran mahasiswa terkait isu lingkungan, dimana tisu yang biasanya terbuat dari serat selulosa pohon, mampu menyebabkan deforestasi pada hutan di Indonesia. Didukung oleh data dari Badan Pusat Statistik (2022), dimana industri tisu menjadi salah satu komoditas olahan hutan terbesar yang menggunakan 8,87 juta ton pohon per tahunnya. Disisi lain, industri tisu masih memanfaatkan bahan kimia yang berbahaya seperti asam kuat dan basa kuat dalam pembuatannya sehingga berpotensi merusak lingkungan.
“Kami merasa sangat senang dapat mempromosikan tisu GREATS dalam kegiatan pameran tersebut, apalagi ketika pengunjung merasa antusias menanyakan terkait latar belakang ide tisu GREATS tersebut” kata Endah, ketua PKM kewirausahaan tim ini.





