JurnalPost.com – Peran ayah di tengah keluarga mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir. Jika dulu sosok ayah lebih diidentikkan dengan peran sebagai pencari nafkah, kini banyak ayah di Indonesia yang mulai mengambil peran aktif dalam pengasuhan anak. Fenomena ini menunjukkan perubahan pola pikir tentang fatherhood atau kepengasuhan yang inklusif, terutama di era modern yang semakin menekankan kesetaraan peran dalam lingkup keluarga.
Menurut sebuah survei dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), anak-anak yang memiliki hubungan emosional yang baik dengan ayah cenderung menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik dan memiliki kemampuan sosial yang lebih kuat. Studi yang dilakukan pada tahun 2023 ini juga mengungkapkan bahwa kehadiran ayah secara aktif membantu anak mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian.
Namun, ada juga tantangan besar bagi para ayah di era digital ini, terutama terkait dengan tekanan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga. Menurut survei Indonesia Fatherhood Report 2024, sekitar 40% ayah mengakui bahwa tuntutan pekerjaan sering kali membuat mereka kesulitan meluangkan waktu berkualitas untuk anak.
Perubahan sosial juga mulai memunculkan para ayah yang memilih untuk menjadi pengasuh utama di rumah. Di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, semakin banyak ayah yang mendampingi istri mereka yang bekerja, dengan mengambil peran pengasuhan penuh di rumah. Fenomena ini sering kali disebut sebagai stay-at-home dad, yang meskipun masih jarang, semakin mendapat perhatian positif dari masyarakat.
Salah satu contoh datang dari Eddy Syamsul Arifin, seorang ayah di Surabaya yang telah empat tahun menjalani peran sebagai pengasuh utama bagi dua anaknya. “Awalnya, orang tua dan tetangga menganggap ini aneh, tapi sekarang mereka mengerti bahwa peran ayah dan ibu bisa saling menggantikan. Pengasuhan adalah tanggung jawab bersama,” kata Eddy.
Seiring dengan berkembangnya masyarakat dan nilai-nilai modern, peran ayah dalam keluarga di Indonesia pun terus berubah. Fatherhood kini bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga melibatkan peran sebagai pengasuh, pelindung, dan pendamping yang hadir dalam kehidupan anak secara utuh. Menghadapi era digital dan tuntutan hidup yang dinamis, para ayah di Indonesia diharapkan semakin terbuka untuk mengambil peran pengasuhan yang setara dengan ibu, demi membentuk generasi yang sehat secara mental dan sosial.
Alifian Panji Pahlevi. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya. Artikel ini diterbitkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Dan Gender





