• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Essay

Dampak Perkembangan Teknologi Bagi Anak: Apakah Memiliki Dampak yang Baik atau Justru Memiliki Dampak yang Buruk Bagi Perkembangan Anak?

PenulisWa ode yarni
4 Desember 2025
in Essay
A A
5

Oleh: Wa Ode Yarni, Yunny Anggraini Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang Angkatan 2025

JurnalPost.com – Maraknya teknologi di era modern seperti sekarang ini, membuat manusia terutama anak-anak lebih bergantungan pada teknologi. Sangat sulit bagi kita untuk menjauhkan anak dari teknologi yang semakin canggih. Teknologi akan berdampak buruk bagi kehidupan anak jika penggunaannya tidak dibatasi dan diawasi dengan baik. Konektivitas 24/7 dan fitur menarik dari teknologi membuat penggunanya ketergantungan bahkan sulit untuk berhenti menggunakan teknologi. Di sisi lain, penggunaan teknologi juga bermanfaat bagi kehidupan anak jika digunakan dengan bijak dan sesuai dengan batasan waktu tertentu. Dengan adanya fitur-fitur menarik, teknologi bisa menjadi acuan buat pembelajaran anak.

Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat ini, teknologi sudah memudahkan manusia terutama anak-anak untuk mengakses informasi dengan cepat. Pembelajaran bisa dilakukan dengan mengakses informasi instan melalui aplikasi edukasi, platform kreatif, atau konten yang sudah diverifvikasi aman. Dengan demikian, anak bisa meningkatkan pengetahuan dan kreativitas mereka dalam menciptakan hal baru. Selain itu juga, teknologi bisa digunakan untuk alat komunikasi dan kolaborasi. Teknologi bisa mempermudah komunikasi baik dengan teman maupun keluarga meski berjauhan.

Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan contohnya penggunaan gadget bisa memicu dampak negatif terutama pada perkembangan anak. Penggunaan teknologi yang berlebihan bisa membuat anak-anak menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk bermain gadget dan kurang melakukan aktivitas fisik, sehingga banyak dari mereka mengalami gangguan kesehatan seperti masalah mata, gangguan tidur, risiko kecanduan, perubahan struktur otak dan lain sebagainya. Keadaan ini juga bisa membuat anak jadi kurang berinteraksi langsung dengan teman sebayanya karena sibuk scroll, hal ini bisa memicu rendahnya rasa percaya diri dan kesulitan dalam memahami isyarat nonverbal, serta kurang lancar dalam berbahasa.

Banyak orang tua sekarang ini yang menjadikan teknologi sebagai penenang bagi anak-anaknya, hal ini mungkin dilakukan karena alasan tertentu misalnya, padatnya jadwal kerja sehingga waktu luang dengan anak terbatas, atau ingin anak aman di tempat umum. Ada juga orang tua yang belum tahu metode pengalihan perhatian non teknologi, mereka menganggap teknologi sebagai pengalihan cepat Ketika anak marah atau emosi, tanpa memikirkan efek negatifnya. Hal ini sebaiknya di hindari, agar anak tidak mengalami ketergangguan seperti screen time, gangguan tidur, fokus dan motorik halus.

Teknologi sebaiknya digunakan dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan belajar anak. Orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan, membimbing, dan mengawasi anak dalam penggunaan teknologi. Peran orang tua sebagai pilar utama keluarga tidak tergantikan, sehingga pembibingan anak sebaiknya dimulai sejak dini. Orang tua bisa membimbing juga membatasi penggunaan teknologi, dengan membuat jadwal yang konsisten (misalnya 1 jam sehari, sesuai usia), memberikan pemahaman bagi anak tentang resiko teknologi, dan juga membuat fitur keamanan di aplikasi dan perangkat yang digunakan oleh anak untuk belajar. Teknologi bisa menjadi alat belajar, tergantung bagaimana cara mengarahkannya. Selain itu, peran guru juga penting sebagai pemberi motivasi dan dorongan pada anak untuk semangat belajar dan memberikan pengertian tentang dampak penggunaan gadget.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anggraeni, P. N., Herdiani, S., Rustini, T., & Arifin, M. H. (2024). Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Perkembangan Sosial Anak. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), Juni 2022 (14)1: 144-147. http://e-journal.upr.ac.id/index. php/JP-IPS
2. Rahayu, N., & Indriani, F. (2021). Pengaruh Penggunaan gadget terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 15(2), 112-126. DOI: 10.21009/JPAUD. 125.09
3. Adwiyah, A. R., & Diana, R. R. (2023). Strategi Orang Tua dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2463-2473. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3700
4. Batubara, M., Nasution, M. I. M., Syahrin, T A., Lubis, M. Y., Nujaima, I., & Husna, A. U. (2023). Pengaruh Gadget Terhadap Anak Usia Dini, Communnity Development Journal. Communnity Development Journal, 4(4), 7429-7435.

Bagikan138MengirimTweet86BagikanPrint PDF

Baca Juga

Profesionalisme dan Etika dalam Teknologi Informasi: Kunci Menghadapi Era Kecerdasan Buatan

Profesionalisme dan Etika dalam Teknologi Informasi: Kunci Menghadapi Era Kecerdasan Buatan

PenulisRedaksi
11 November 2024
0

Pendahuluan Peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mendukung revolusi digital. Pemanfaatan kecerdasan buatan generatif mendukung berbagai pertumbuhan dalam segala hal...

Membangun Sikap Profesionalisme di Bidang IT Sedari Masa Kuliah Guna Indonesia Yang Lebih Digdaya

Membangun Sikap Profesionalisme di Bidang IT Sedari Masa Kuliah Guna Indonesia Yang Lebih Digdaya

PenulisRedaksi
10 November 2024
0

JurnalPost.com - Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin hari semakin mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan zaman. Menurut Huda (2020) TIK...

Peran Ayah dalam Keluarga Modern: Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

Peran Ayah dalam Keluarga Modern: Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

PenulisRedaksi
9 November 2024
0

JurnalPost.com - Peran ayah di tengah keluarga mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir. Jika dulu sosok ayah lebih diidentikkan...

Comments 5

  1. WA ODE HARMIATI HARUN says:
    11 bulan yang lalu

    Semangattt 🥰🥰

    Reply
  2. NT says:
    11 bulan yang lalu

    Maaf terlambat BESTie🙏🙏
    HAMASAH nh BESTie 🤞🥰

    Reply
  3. Tanpa nama says:
    11 bulan yang lalu

    👏👏👏

    Reply
  4. Nuu says:
    11 bulan yang lalu

    Semangat😍

    Reply
  5. wiwo says:
    11 bulan yang lalu

    semangatt🫰

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.