• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Essay

Membangun Sikap Profesionalisme di Bidang IT Sedari Masa Kuliah Guna Indonesia Yang Lebih Digdaya

PenulisRedaksi
10 November 2024
in Essay
A A
0

JurnalPost.com – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin hari semakin mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan zaman. Menurut Huda (2020) TIK adalah satu kesatuan frasa yang terdiri atas aspek informasi dan komunikasi. Teknologi informasi yang dimaksud disini adalah segala sesuaitu yang erat kaitannya dengan proses, pemanfaatan alat bantu, serta pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala hal yang berhubungan dengan penggunaan media bantu untuk kegiatan mengolah serta mentransfer data dari kerangkat sat uke perangkat lainnya. Dengan demikian dapat diamil point penting bahwasanya teknologi informasi dan komunikasi adalah 2 hal yang saling kerkaitan dan tidak bisa terpisahkan.

Kehadiran perkembagan Artificial Intelligence (AI) di zaman yang makin terdigitalisasi ini juga tidak boleh dipangang sebelah mata. Artificial Intelligence merujuk pada dasarnya adalah teknologi yang diciptakan guna memungkinkan sebua sistem computer dapat bekerja selakyaknya manusia. Istilah Artificial Intelligence (AI) pertama kali dikemukakan oleh Alan Turing (1950) pada bukunya yang berjudul Computing Machinery and Intelligence, beliau menyajikan istilah ini dalam sebuah konsep teoritis dan filosofis. Artificial Intelligence (AI) pada masa kini memiliki perkembangan yang sangat memukau sebab teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai pola, membuat pilihan keputusan, serta dapat membantu bahkan mengerjakan tugas manusia dengan waktu yang sangat singkat (Lesmana, 2023).

Baik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Artificial Intelligence (AI) adalah dua hal yang erat kaitannya digunakan dengan berbagai profesi di era digital ini, tak terkecuali untuk seorang profesional TIK. Pemanfaatan teknologi tersebut tentu saja menimbulkan 2 sisi dampak yang dapat dilihat secara positif maupun negatif apabila kita kiatkan dengan konteks etika profesi. Salah astu kasus yang ramai saat ini adalah mengenai seorang influencer yang menuliskan credit penulisan sebuah buku atas namanya sendiri tetapi terungkap fakta bahwa ternyata Generate Artificial Intelligence (AI) yakni Chat GPT. Tentu saja hal tersebut telah mencederai makna sesungguhnya dari sikap profesionalisme dan kode etik itu sendiri.

Menurut Ulfa (2024) profesi merujuk pada suau pekerjaan yang menuntut kemampuan, pengalaman serta pendidikan tinggi. Profesi biasanya mengacu pada suatu pekerjaan mental yang ditunjang oleh kepribadiaan serta sikap professional. Adapun maka sendiri professional adalah kata yang akan ditunjukkan kepada mereka yang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Seorang professional memiliki keterkaitan yang kuat dengan sifat profesionalisme. Menurut Sukoco (2021) sifat profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.

Sukoco (2021) menjelaskan bahwasanya untuk menjadi seorang professional di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), individu tersebut haruslah memiliki 5 sifat dasar. Sifat pertama yang harus dimiliki seorang professional adalah attitude yang baik. Sifat kedua yang harus dimiliki adalah memperhatikan bahasa tubuh dan bahasa lisan. Sifat ketiga yang harus dimiliki adalah terkait menjaga penampilan, sebab pakaian yang kita gunakan akan mempresentasikan diri kita terhadap publik secara luas. Sifat keempat yang harus dimiliki adalah disiplin dalam kata lain adalah tepat waktu. Sifat terakhir yakni yang kelima dan yang paling utama ialah seorang professional harus mampu memisahkan antara mana yang merupakan kepentingan pribadi dan mana yang merupakan kepetingan pekerjaan. Kelima sifat ini adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat terpisah dimana setiap komponennya mampu membentul label professional pada seseorang.

Sukoco (2021) dalam modul Universitas Terbuka berpendapat bahwa setidaknya terdapat 3 syarat seseorang agar dapat dikatakan professional. Syarat pertama adalah kemampuan atau skills dimana seseorang akan terbukti kredibilitasnya apabila ia memiliki kemampuan yang baik di bidangnya. Syarat kedua ialah pengetahuan atau knowledge yang artinya kecukupan wawasan atas ilmu yang digelutinya. Syarat terakhir adalah tanggung jawab, dimana dalam hal ini berarti seorang yang bergelut dengan TIK baik itu desain grafis, teknisi mesin, coywritter, maupun programmer harus paham betul dan tunduk terhadap etika computer serta tanggung jab profesi yang berlaku.

Association for Computing Machinery (ACM, 2018) mengungkapkan bahwa terdapat 7 indikator yang dapat menggambarkan kualitas seorang professional. Adapun ketujuh indikator tersebut antara lain ialah dapat dipercaya, jujur, ketepatan waktu (disiplin), tanggung jawab, kepemimpinan, kerahasiaan, dan kompetensi. Saya setuju bahwa 7 komponen ini sangat penting untuk pengembangan karir professional di bidang TIK. Opini saya ini berdasar pada sebuah survey yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) pada beberapa pengusaha yang merekrut lulusan peruruan tinggi dimana survey ini mengungkap data bahasanya profesionalisme mendapatkan skor presentase sebesar 97,5% dari para responden pengusaha tersebut sebagai kemampuan yang “sangat penting” dimiliki oleh mahasiswa lulusan baru dalam membuka perjalanan karirnya.

Saya menyadari untuk menjadi seorang professional di bidang TIK bukanlah sesuatu yang bisa diraih dalam satu atau dua hari, oleh sebab itu mempersiapkan diri sedari kuliah adalah salah satu kuncinya. Mahasiswa dapat membentuk sifat profesionalisme sedari masa kuliah dengan cara memanfaatkan waktu untuk digunakan secra produktif dalam belajar dan mencoba skill baru, dan jangan mudah terasut pada kegiatan tak bermanfaat seperti scroll media sosial. Mahasiswa dapat memulai inisiatif untuk memecahkan suatu masalah sekecil membantu dosen dalam proyek proyek penelitian dimana secara tidak langsung dapat membantu membuka wawasan mereka tentang ilmu pengetahuan baru.

Mahasiswa harus memanfaatkan hadirnya organisasi mahasiswa dengan tergabung di dalamnya. Bergabung dengan organisasi mahasiswa secara perlahan dapat membentuk pribadi mahasiswa menjadi lebih disiplin, lebih mampu mengelola waktu, dan lebih cakap dalam berkomunikasi. Mahasiswa juga harus mampu mengelola waktunya untuk dapat mencoba melakukan magag dimana hal ini akan membuka pandangan mahasiswa terkait bagaimana kondisi lingkungan kerja yang sesungguhnya. Semua upaya yang telah saya sebutkan diharapkan mampu memberikan efek domino terhadap perkembangan karir profesioalisme mereka di bidang TIK di masa depan.

Secara keseluruhan dapat ditarik benang merah bahwasanya menjadi seorang profesionalisme di bidang IT tidaklah mudah. Diperlukan pemahaman yang memadai, upaya dan kerja keras yang konsisten untuk meraihnya. Dalam hal ini, mempersiapkan diri sedari masa berkuliah adalah pilihan yang tepat untuk mewujudkan impian tersebut. Kesuksesan tersebut tidak hanya akan berimbas pada diri sendiri, akan tetapi juga berimbas pada atmosfir pembangunan perkembangan TIK di negeri ini.

DAFTAR PUSTAKA
Huda, I. A. (2020). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 121-125.
Lesmana Marselino, T. (2023). Kemungkinan Kesadaran Kecerdasan Artifisial Komputer: Suatu Telaah Terhadap Konsep Kesadaran Mesin David Gamez (Doctoral dissertation, Driyarkara School of Philosophy).
Sukoco, H., & Widiastuti, I. A. M. S. (2021). Prinsip Dasar Etika, Profesi, dan Profesionalisme Bidang Teknologi Informasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 37.
Ulfa, A., Pradana, F., Pane, H. S. P., Zanovsyah, D., & Effendi, E. (2024). Etika Profesi dan Profesionalisme Public Relation di Era Digital. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1508-1515.

Oleh : Maylani Kusuma Wardhani
Program Studi : Informatika
Universitas : Universitas Muhammadiyah Malang
Asal Kota : Kabupaten Tulungagung

Bagikan138MengirimTweet86BagikanPrint PDF

Baca Juga

Dampak Perkembangan Teknologi Bagi Anak: Apakah Memiliki Dampak yang Baik atau Justru Memiliki Dampak yang Buruk Bagi Perkembangan Anak?

Dampak Perkembangan Teknologi Bagi Anak: Apakah Memiliki Dampak yang Baik atau Justru Memiliki Dampak yang Buruk Bagi Perkembangan Anak?

PenulisWa ode yarni
4 Desember 2025
5

Oleh: Wa Ode Yarni, Yunny Anggraini Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang Angkatan 2025 JurnalPost.com - Maraknya teknologi...

Profesionalisme dan Etika dalam Teknologi Informasi: Kunci Menghadapi Era Kecerdasan Buatan

Profesionalisme dan Etika dalam Teknologi Informasi: Kunci Menghadapi Era Kecerdasan Buatan

PenulisRedaksi
11 November 2024
0

Pendahuluan Peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mendukung revolusi digital. Pemanfaatan kecerdasan buatan generatif mendukung berbagai pertumbuhan dalam segala hal...

Peran Ayah dalam Keluarga Modern: Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

Peran Ayah dalam Keluarga Modern: Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

PenulisRedaksi
9 November 2024
0

JurnalPost.com - Peran ayah di tengah keluarga mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir. Jika dulu sosok ayah lebih diidentikkan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.