Surabaya, JurnalPost.com – Di era digital saat ini, literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh siswa. Dengan maraknya penggunaan media sosial, kemampuan untuk mengakses, memverifikasi, dan memahami informasi dengan bijak sangat dibutuhkan agar mereka tidak terjebak dalam penyebaran hoaks. Survei yang dilakukan di SMPN 61 Surabaya mengungkapkan bahwa meskipun para siswa sangat aktif di media sosial, kesadaran mereka tentang literasi digital masih perlu ditingkatkan.
Survei yang diikuti oleh lebih dari 35 siswa ini menunjukkan bahwa TikTok adalah platform media sosial yang paling sering digunakan oleh mereka. Siswa menghabiskan banyak waktu untuk mengakses informasi dan hiburan di platform ini. Namun, kemudahan dalam mengakses informasi juga membawa dampak negatif, yaitu tersebarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebanyak 60% siswa mengaku sering menemui informasi yang meragukan. Meskipun demikian, hampir 70% dari mereka berusaha memverifikasi informasi tersebut sebelum mempercayainya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk mengecek kebenaran informasi sudah mulai terbentuk di kalangan siswa, meskipun masih ada yang terkadang ikut menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
Survei juga mengungkapkan bahwa 85% siswa mengetahui tentang cek fakta dan cara melakukannya, seperti memeriksa informasi melalui sumber yang dapat dipercaya. Namun, tidak semua dari mereka menerapkannya secara konsisten. Banyak dari mereka juga mengungkapkan keinginan untuk lebih belajar tentang etika digital dan cara mengenali hoaks.
Tantangan utama dalam menghadapi hoaks adalah kolaborasi antara platform media sosial, pemerintah, dan pengguna itu sendiri. Banyak siswa yang berpendapat bahwa platform media sosial, seperti TikTok dan Instagram, harus lebih bertanggung jawab dalam mengatasi masalah ini. Di sisi lain, sebagian besar siswa juga merasa bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk tidak ikut menyebarkan informasi palsu.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi digital, diharapkan siswa dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan produktif. Sekolah memiliki peran penting dalam mengajarkan siswa untuk tidak hanya cerdas dalam mengakses informasi, tetapi juga bijak dalam mengelola dan menyebarkannya.
Penulis: Muhammad Faishal Rahmandha
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya





