JurnalPost.com – Desa Newung merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Desa ini terkenal akan produksi padinya yang cukup melimpah karena dalam kurun waktu satu tahun, frekuensi panen di desa ini bisa mencapai 3 kali panen. Maka dari itu, ketika musim panen tiba, muncul limbah berupa sekam padi. Umumnya, para warga di desa ini langsung membakar sekam padi mereka tanpa tahu bahwa limbah sekam padi sekalipun dapat dipergunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.
Menanggapi keadaan tersebut, pada Senin (22/7), mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024 di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Riza Susanti, S.T., M.T, menginisiasi adanya “Program Penguatan Ekonomi Desa Melalui Implementasi dan Target Pasar Budidaya Jamur dengan Media Sekam Padi di Desa Newung”.

Pelaksanaan program kerja ini dihadiri oleh 30 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan bertempat di Kantor Balai Desa Newung. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Safinah (Biologi) terkait budidaya jamur dan bagaimana sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi media tanamnya. Selain itu, Ghifarie Aulia Ramadhany (Kedokteran) juga turut memaparkan manfaat mengonsumsi jamur tiram bagi kesehatan.
Kemudian, Alessandra Juventini Getzevia Rumbino (Akuntansi), Rizky Darmawan Rambe (Hukum), dan Rivana Rafifah Haryanti (Ilmu Perpustakaan) mempersiapkan terkait bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk budidaya jamur ini. Terdapat 6 bahan yang dibutuhkan, di antaranya bibit jamur, sekam padi, serbuk gergaji, bekatul, air, dan gula. Bibit jamur digunakan sebagai bahan tanam untuk memulai pertumbuhan jamur tiram, sekam padi dan serbuk gergaji menjadi campuran media tanam jamur tiram, bekatul berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur tiram, serta air dan gula sebagai sumber energi tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur tiram.
Tahap selanjutnya adalah persiapan oleh Fitria Umi Fauziah (Teknik Lingkungan) dan Sonya Maharani Anindya Nayla (Kesehatan Masyarakat) untuk alat-alat yang dibutuhkan dan dilanjutkan dengan tahap demonstrasi langsung proses budidaya jamur dengan media sekam padi.

Setelah proses demonstrasi selesai, diinformasikan pula oleh Azlina Nur Safitri (Administrasi Bisnis) mengenai siapa saja target pasar yang mungkin membutuhkan dan membeli jamur tiram ini sehingga diharapkan peserta akan termotivasi untuk mulai membudidayakan jamur tiram yang memiliki daya jual tinggi ini. Melalui tujuan tersebut pula diharapkan program penguatan ekonomi desa dapat tercapai.




