JurnalPost.com – PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Nasional Kolaborasi antara Universitas Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, dan Universitas Nusa Cendana dengan melaksanakan “digital marketing dan digitalisasi akuntansi UMKM” di Pulau Madura pada Rabu, 17 Juli 2024. Sebuah inisiatif penting untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pulau Madura telah dimulai dengan pelaksanaan Pelatihan Digital Marketing dan Digitalisasi Akuntansi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengoptimalkan pemasaran dan manajemen keuangan bisnis mereka.

Pelatihan ini diketuai oleh Dr. Ronald P.C. Fanggidae, SE.,M.Si. dari Universitas Nusa Cendana serta dosen dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Nusa Cendana. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura yakni Dr. Sutikno, SE, ME dan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nusa Cendana yakni Dr. Apriana H. J. Fanggidae, SE. M. Si. Kegiatan ini sukses dan dihadiri oleh lebih dari 28 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa. Dengan menghadirkan para ahli di bidang digital marketing dan akuntansi, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pemasaran digital yang efektif, serta penerapan sistem akuntansi berbasis digital yang dapat membantu dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang lebih akurat dan efisien.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting, salah satunya adalah Digital Marketing yang terdiri dari beberapa sesi materi. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Raya Sulistyowati, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya yang juga menjadi PIC (Person in Charge) kegiatan ini. Selain sebagai dosen fakultas ekonomika dan bisnis UNESA, beliau juga sebagai entrepreneur. Pada sesi ini beliau memaparkan ilmu menarik mengenai pemasaran digital. Peserta diajarkan tentang pentingnya pemasaran online, yang meliputi pengenalan terhadap berbagai platform digital dan cara memanfaatkannya secara efektif. Dalam sesi ini, penggunaan media sosial untuk pemasaran menjadi fokus utama, di mana peserta diperkenalkan dengan berbagai platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn, serta bagaimana setiap platform tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik dan demografi penggunanya. Peserta diajarkan cara membuat konten yang mampu menciptakan engagement tinggi, seperti menggunakan gambar dan video menarik, storytelling, serta memanfaatkan tren dan hashtag yang sedang populer. Selanjutnya, pemanfaatan alat dan platform digital seperti Google Ads dan Facebook Ads dibahas secara rinci. Peserta mendapatkan pemahaman tentang cara membuat kampanye iklan yang efektif, mulai dari penargetan audiens yang tepat, penentuan anggaran, hingga analisis performa iklan. Beliau juga mengajarkan cara mengukur efektivitas kampanye melalui analitik, seperti Google Analytics, untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja iklan serta situs web. Data yang diperoleh dari analitik ini digunakan untuk mengadaptasi dan menyempurnakan strategi pemasaran, memastikan kampanye berjalan optimal dan mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mampu merancang strategi pemasaran digital yang tepat sasaran, efisien, dan adaptif terhadap perubahan tren dan perilaku pasar.

Materi ke 2 mengenai pemasaran melalui marketplace disampaikan oleh Dr. Paulina Yuritha Amtiran SE., MM. sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FEB Universitas Nusa Cendana. Beliau menjelaskan pentingnya kehadiran UMKM di platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Beliau memaparkan langkah-langkah praktis untuk memulai berjualan di marketplace, termasuk cara membuat akun, mengunggah produk dengan deskripsi dan foto yang menarik, serta strategi penetapan harga yang kompetitif. Selain itu, beliau juga membahas teknik optimasi listing produk agar mudah ditemukan oleh calon pembeli, penggunaan fitur promosi dan diskon, serta pentingnya menjaga rating dan ulasan positif dari pelanggan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang cara kerja dan algoritma marketplace, peserta diharapkan mampu memanfaatkan platform ini secara maksimal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Materi ke 3 mengenai branding di sosial media disampaikan oleh Miftahul Jannah, S.E., M.Sc sebagai dosen Universitas Trunojoyo Madura. Pada sesi ketiga pelatihan, beliau membahas pentingnya branding di media sosial untuk UMKM. Miftahul menjelaskan bahwa branding yang kuat di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dapat meningkatkan visibilitas dan daya tarik bisnis. Beliau memberikan panduan tentang bagaimana membangun citra merek yang konsisten, mulai dari penggunaan logo, warna, dan gaya visual yang selaras dengan nilai dan pesan bisnis. Beliau juga menekankan pentingnya konten yang autentik dan relevan, serta bagaimana berinteraksi dengan para pelaku UMKM untuk membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Selain itu, beliau memberikan tips tentang cara memanfaatkan fitur-fitur media sosial seperti stories, reels, dan live sessions untuk menciptakan engagement yang tinggi dan mempromosikan produk secara efektif. Dengan pemahaman yang mendalam tentang strategi branding di media sosial, peserta diharapkan mampu memperkuat identitas merek mereka dan menarik lebih banyak pelanggan.

Selain itu, peserta juga belajar cara menganalisis data untuk mengukur efektivitas kampanye pemasaran mereka. Sementara itu, dalam sesi Digitalisasi Akuntansi disampaikan oleh Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak.dari Universitas Negeri Surabaya, pelatihan meliputi penggunaan software akuntansi untuk memudahkan pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan, serta manajemen inventaris. Para peserta diajarkan bagaimana melakukan pembukuan secara digital dan memahami pentingnya transparansi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan bisnis.

Dalam pelatihan ini para pelaku UMKM membawa masing-masing produk mereka dan terjual dengan adanya promosi dan dukungan dari tim pengabdian masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Pulau Madura dapat meningkatkan daya saing mereka di era digital. Transformasi digital tidak hanya membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang baru untuk ekspansi pasar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung perkembangan UMKM melalui teknologi. Pelatihan ini terselenggara berkat kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perusahaan teknologi terkemuka. Dukungan penuh dari berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Dengan adanya pelatihan ini, Pulau Madura berupaya untuk terus maju dan berkembang, menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian yang kuat dan berdaya saing tinggi di era digital.




