JurnalPost.com – 14 Juli 2025, Desa Sajen di Mojokerto, telah di laksanakan pengabdian masyarakat Inovasi dan Interaksi untuk mendorong kemajuan susu kambing etawa (pak soni) yang di lakukan oleh Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 yang di bimbing oleh bapak Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog. dan di laksanakan oleh M Verdan Dafa Maulana (Ilmu Hukum), Khairul Hisyam Faturrahman (Ilmu komunikasi), Najwa Kalila Putri Audri (Manajemen), Yohanista Yerikoni Korida Klong (Manajemen),Desa Sajen yang dikenal sebagai penghasil susu perah berkualitas, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dalam konteks Pengabdian Masyarakat yang berlangsung dari 13 hingga 24 Juli 2025, masyarakat dan para pengabdi diharapkan dapat mengubah potensi ini menjadi peluang nyata. Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah inovasi produk dari Pak Soni, yang mengubah susu kambing Etawa menjadi permen susu. Transformasi ini bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat meningkatkan daya tarik dan aksesibilitasnya di pasar.
Inovasi adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam suatu produk. Dalam kasus Susu Kambing Etawa Pak Soni, inovasi yang dilakukan dengan mengolah susu menjadi permen susu merupakan langkah yang brilian. Selain meningkatkan variasi produk, inovasi ini juga membuka peluang baru bagi pemasaran. Namun, inovasi tanpa strategi yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat tidak akan memberikan hasil maksimal.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketiadaan elemen visual yang menarik. Label yang kurang menarik dan kemasan yang tidak ergonomis membuat masyarakat tidak tertarik untuk mencoba. Di sinilah peran Pengabdian Masyarakat menjadi sangat penting. Melalui program ini, diharapkan dapat dikembangkan desain label dan kemasan yang menarik, sehingga produk lebih mudah dikenali dan diminati.
Promosi yang kurang maksimal menjadi salah satu kendala besar dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap produk ini. Tanpa adanya kampanye yang intensif, banyak orang yang tidak tahu mengenai keberadaan Susu Kambing Etawa Pak Soni. Untuk itu, strategi promosi yang lebih terencana dan kreatif perlu diterapkan.
Pengabdian Masyarakat dapat berkontribusi dengan mengadakan kampanye yang menjelaskan manfaat kesehatan dari susu kambing, serta menggugah rasa ingin tahu masyarakat terhadap produk baru ini. Kegiatan seperti demo memasak dengan bahan utama permen susu atau memberikan sampel gratis di acara-acara lokal dapat menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Interaksi antara mitra usaha dan masyarakat juga sangat penting. Dalam sosialisasi yang dilakukan, harus ada ruang bagi konsumen untuk berinteraksi langsung dengan Pak Soni dan timnya. Kegiatan interaktif, seperti sesi tanya jawab atau workshop, dapat membantu membangun rasa kedekatan antara produsen dan konsumen.
Ketika masyarakat merasa terlibat, mereka akan lebih menikmati sosialisasi tersebut. Kegiatan interaktif juga dapat menciptakan kenangan yang lebih kuat bagi pengunjung, yang dapat mendorong mereka untuk terus mendukung produk lokal. Hal ini akan berdampak positif pada pengembangan usaha Pak Soni ke depannya.
Konteks sosial dan budaya masyarakat Desa Sajen juga harus dipertimbangkan. Keseharian masyarakat yang lebih fokus pada pekerjaan masing-masing menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penyelenggara perlu memahami dinamika sosial di desa ini agar sosialisasi dapat berjalan dengan baik.
Acara yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat, seperti festival kuliner atau bazar, dapat meningkatkan partisipasi mereka. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses produksi dan pemasaran, mereka akan merasa memiliki produk tersebut. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan rasa bangga terhadap produk lokal.
Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pengetahuan tentang manfaat dari inovasi produk. Banyak orang yang masih mempertanyakan nilai dari Permen Susu Kambing Etawa. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan minat masyarakat. Workshop dan seminar dapat diadakan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang potensi dan manfaat inovasi ini.
Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat tidak hanya akan tertarik untuk mencoba produk, tetapi juga akan membantu menyebarluaskan informasi tersebut ke komunitas mereka. Edukasi yang efektif dapat menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya mendukung produk lokal.
Kurangnya peminat terhadap Susu Kambing Etawa di Desa Sajen adalah hasil dari berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi tantangan ini. Dengan memperbaiki elemen pemasaran, meningkatkan interaksi, dan memberikan edukasi kepada masyarakat, diharapkan mitra usaha seperti Pak Soni dapat berkembang tahun ke tahun.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan selama Pengabdian Masyarakat bukan hanya sebagai ajang promosi, Menurut pak soni sendiri dengan adanya inovasi ini akan dapat menimbulkan income yang sangat pesat dan inovasi modern tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengumpulkan umpan balik dari masyarakat. Dengan mendengarkan pendapat dan saran dari konsumen, Pak Soni dapat terus mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
Masyarakat Desa Sajen memiliki harapan besar terhadap inovasi dan interaksi yang dilakukan dalam program ini. Dengan dukungan yang tepat, tidak hanya Susu Kambing Etawa, tetapi juga produk-produk lokal lainnya dapat diperkenalkan dan dikenal lebih luas. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Verdan Ketua Kelompok Kami dengan semakin banyaknya produk lokal yang dikenal, akan terbuka peluang baru bagi pengusaha lokal untuk berinovasi. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi yang baik antara pengabdi masyarakat, mitra usaha, dan masyarakat, Desa Sajen dapat menjadi contoh sukses dalam mengembangkan potensi lokal.
Desa Sajen memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan melalui inovasi produk dan interaksi sosial yang lebih baik. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan di desa ini diharapkan dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan dukungan kreatif dalam promosi, pemahaman yang mendalam tentang budaya setempat, serta edukasi yang efektif, kita dapat mendorong kemajuan Susu Kambing Etawa Pak Soni dan produk lokal lainnya.
Mari kita bersama-sama mendukung upaya ini agar Desa Sajen tidak hanya dikenal sebagai penghasil susu perah, tetapi juga sebagai pusat inovasi produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kemajuan desa ini dapat terwujud, dan masyarakatnya dapat menikmati manfaat yang lebih besar dari produk yang dihasilkan. Inilah saatnya untuk mengangkat potensi Desa Sajen dan menjadikannya sebagai model bagi desa-desa lain di Indonesia. Masih banyak lagi manfaat atau potensi dari desa ini terlepas susu kambing etawa pak soni, dan harapan untuk pengabdian masyarakat kali ini untuk menggali potensi dari desa sajen.
Minimnya sumber daya manusia menjadikan salah satu alasan mengapa desa ini sulit untuk mengembangkan produk-produk lokal berkualitas tinggi, namun harapan besar terdapat pada kami setelah melakukan sosialisasi atau penyuluhan di setiap titik desa dengan harapan bisa mengambil penjelasan dari kami dan mengembangkan lebih besar lagi, meskipun membutuhkan waktu tetapi kami yakin desa ini pasti akan bisa maju kedepanya, dan sumber daya manusia bisa berkembang secara pesat.
Terus maju dan berkembang itulah salah satu harapan kami untuk desa ini dengan demikian seluruh tugas dan tujuan kita bisa di katakan berhasil, terlepas dari keluh kesah kami, kami sangat senang bisa bertemu dengan warga-warga desa ini, tidak hanya kita yang membagi ilmu, kita juga mendalatkan ilmu dan pengalaman yang begitu banyak dan berharga. Semoga pengabdian dari kami dapat menimbulkan dampak yang signifikan untuk desa ini dan kami pulang dengan membawa pengalaman yang berkesan dan berharga dan tepatnya bisa bermanfaat untuk kita sendiri
Nama Anggota Sub Kelompok 7:
1. Khairul Hisyam Faturrahman
2. Mochammad Verdan Dafa Maulana
3. Najwa Kalila Putri Audri
4. Yohanista Yerikoni Korida Klong
Dosen Pembimbing lapangan :
Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi.,





