Gunungkidul, JurnalPost.com – Mahasiswa dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Padepokan 27, saat ini sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Pondok, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah edukasi pembuatan minuman herbal sekaligus sosialisasi pengemasan produk untuk UMKM.
Program ini tidak hanya memperkenalkan resep minuman sehat dari rempah-rempah lokal seperti kunyit, jahe, serai, dan jeruk nipis. Lebih dari itu, mahasiswa KKN UST bertujuan untuk menunjukkan bagaimana potensi bahan tradisional desa bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi bila dikemas dengan tepat.
Kegiatan dimulai dengan presentasi interaktif bersama ibu-ibu PKK Padukuhan Pondok. Mahasiswa menjelaskan berbagai manfaat minuman herbal, salah satunya kunyit yang telah lama dikenal sebagai produk unggulan desa. “Kunyit tidak hanya berkhasiat bagi kesehatan, tetapi juga bisa menjadi ikon produk lokal yang mampu menembus pasar lebih luas bila diolah dengan inovasi,” terang salah satu mahasiswa.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan minuman herbal. Mulai dari proses pencucian, pemotongan bahan, perebusan, hingga tahap pengemasan ditunjukkan secara langsung. Para peserta juga berkesempatan mencicipi sampel minuman yang sudah diracik.

Yang menarik, sesi tanya jawab berlangsung hangat. Ibu-ibu PKK antusias mengajukan pertanyaan seputar durasi memasak, cara menjaga cita rasa tetap segar, hingga strategi memperpanjang daya simpan produk. Antusiasme ini menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat dalam memanfaatkan rempah – rempah lokal sebagai sumber bisnis baru.
Selain proses produksi, mahasiswa KKN juga memperkenalkan konsep pengemasan modern yang disesuaikan dengan target konsumen. Penjelasan ini menekankan bahwa desain kemasan bukan sekadar wadah, tetapi juga sarana promosi yang menentukan daya tarik produk di pasaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UST berharap komunitas, terutama ibu-ibu PKK, semakin terinspirasi untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang dapat dipasarkan. Harapannya, edukasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi bekal bagi warga untuk meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus melestarikan kearifan lokal di era modern.
Penulis:
1. Devi Widya Fitriana
2. Dyah Ayu Puspitasari
3. Melani Dwi Puspitasari
4. Diastari Yuan Amanah
5. Feny Theresia Mangunsong
6. Windi Artika
7. Enzo Sungsang Saputro
8. Muhammad Syahrul Azmi
9. Imam Fadli Valendika
10. Ali Prasetyo Nugroho
11. Rengki Armansyah Putra
12. Ag Eko Susetyo, M.Sc. (Dosen Pembimbing Lapangan)
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa





