• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Citizen

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Ciptakan Produk Inovatif Alat Lukis dari Limbah Tebu

PenulisRedaksi
1 Agustus 2024
in Citizen
A A
0
Universitas Negeri Yogyakarta

JurnalPost.com – Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil menciptakan produk inovatif alat lukis yang berasal dari limbah tebu. Ide ini muncul karena melihat potensi besar limbah tebu di Kabupaten Bantul, terutama dari Pabrik Gula Madukismo. Kelima mahasiswa kreatif tersebut adalah Fiqry Prayoga (Pendidikan Kriya), Regina Amanda Famaretha (Akuntansi), Rizki Aulia Apliananta (Pendidikan Kriya), Kinari Arsya (Pendidikan Seni Rupa), dan Yunita Rizky Alfiani (Tata Busana).

Fiqry menyebutkan bahwa produk ini bernama Sweet Fiber, nama yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti ‘serat manis’. Pembuatan produk alat lukis ini dilatarbelakangi oleh mahalnya perangkat set lukis di pasaran. Melihat melimpahnya bahan baku limbah tebu yang memiliki karakteristik mendekati bahan baku dari masing-masing alat set lukis, memunculkan inovasi baru ini. Selama ini, pemanfaatan ampas tebu (serat ampas tebu) masih terbatas sebagai makanan ternak, bahan bakar boiler, dan bahan baku untuk pembuatan pulp, pupuk, dan papan artikel. Pengaplikasian limbah tebu sebagai komponen pembuatan set alat lukis dapat dilakukan karena serat tebu memiliki komposit tarik sebesar 26,9 MPa serta teruji kekuatan dan kemuluran seratnya.

Rizki Aulia menambahkan bahwa ampas tebu berpotensi memiliki nilai jual dan diminati di pasaran karena harganya yang cukup ekonomis dan terjangkau untuk pelajar atau mahasiswa. “Target konsumen kami adalah para pelajar, mahasiswa, dan orang yang memiliki minat dalam bidang seni kreatif yang masih dalam tahapan pemula dan mencari produk dengan anggaran terbatas.”

Beberapa keunggulan lain dari Sweet Fiber adalah bahan baku yang murah, inovasi yang menarik menciptakan nilai tambah, serta kerjasama lokal yang dapat meningkatkan citra merek. Set alat lukis ini terdiri dari kuas yang terbagi menjadi tiga jenis: knife, round, dan flat; pensil arang terbagi menjadi tiga jenis: dark, grey, dan light grey, serta palet berukuran 14×21 cm.
Kinari Arsya memaparkan proses pembuatan set alat lukis ini yang dibagi menjadi tiga alur.

Alur pertama adalah pembuatan isi pensil. Untuk membuat isi pensil, limbah tebu dibakar menjadi arang yang kemudian dihaluskan dan disaring. Setelah itu, dicampur dengan tanah liat dan tepung kanji. Adonan isi pensil dicetak menjadi isian pensil kemudian dirakit dan dipotong. Alur kedua adalah pembuatan palet serta komponen pensil dan kuas. Limbah ampas tebu dihaluskan dan menghasilkan blotong yang dicampur dengan lelehan limbah plastik kemasan. Tahap terakhir adalah dicetak dan finishing. Alur ketiga adalah pembuatan bulu kuas. Untuk membuat bulu kuas, limbah tebu direndam menggunakan larutan khusus kemudian dijemur. Setelah kering, serat disisir dan dibagi yang kemudian dirakit sesuai ukuran kuas.

“Untuk proses pengemasannya kami menggunakan packaging berbahan kertas duplek untuk mengurangi limbah plastik. Kami menggunakan warna hijau sebagai warna dominan yang identik dengan warna alam. Kemudian pada kemasan juga terdapat informasi mengenai keunggulan, jenis, dimensi produk, serta panduan penggunaannya,” kata Regina.

Sweet Fiber diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya memperkenalkan produk inovasi dari limbah. “Kami berharap dengan adanya sejumlah set alat lukis limbah ampas tebu ini, para pengguna baik yang masih dalam tahap awal sampai profesional dapat memaksimalkan kreativitas dengan alat ini,” ujar Yunita. Sweet Fiber bukan sekedar alat lukis biasa, tetapi sebagai medium untuk mengekspresikan diri dengan bebas tanpa khawatir akan terbatasnya biaya.

Produk ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNY memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan para pelukis pemula. Inovasi ini memberikan dukungan nyata bagi para seniman muda yang membutuhkan alat lukis yang berkualitas namun ramah di kantong. Melalui produk ini, mahasiswa UNY membuktikan bahwa ide-ide memanfaatkan limbah dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat. Karya ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun 2024.

Bagikan136MengirimTweet85BagikanPrint PDF

Baca Juga

Gelar Pelatihan Motviasi Berprestasi dan Penggunaan AI dalam Karya Ilmiah, Guru Besar FSRD ITB: Jangan Sampai Kita Kehilangan Pikiran Sendiri Karena AI

Gelar Pelatihan Motviasi Berprestasi dan Penggunaan AI dalam Karya Ilmiah, Guru Besar FSRD ITB: Jangan Sampai Kita Kehilangan Pikiran Sendiri Karena AI

PenulisRedaksi
6 Agustus 2025
0

JurnalPost.com - Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (KKLBV FSRD ITB) mengadakan dua...

Magang di PT. Bimasakti Mult Sinergi Meningkatkan Pemahaman tentang Industri Fintech dan Pembayaran Digital

Magang di PT. Bimasakti Mult Sinergi Meningkatkan Pemahaman tentang Industri Fintech dan Pembayaran Digital

PenulisRedaksi
5 Juli 2025
0

JurnalPost.com - Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa memiliki program...

Program Bimbingan Konseling di SMP: Solusi Atasi Kenakalan Remaja?

Program Bimbingan Konseling di SMP: Solusi Atasi Kenakalan Remaja?

PenulisRedaksi
28 Juni 2025
0

Penulis: Faisal Rafi Agustian Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Kenakalan remaja di kalangan siswa SMP menjadi masalah yang...

Down Syndrome

Lebih Dekat dengan teman Down Syndrome di BK3S Potads Surabaya

PenulisRedaksi
12 Juni 2025
0

Surabaya, JurnalPost.com – Salah satu Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengikuti Program Magang MBKM Proyek Kemanusiaan Di...

SMPN 41 Surabaya Gandeng Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Dalam Program Creative Writing

SMPN 41 Surabaya Gandeng Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Dalam Program Creative Writing

PenulisRedaksi
10 Juni 2025
0

Surabaya, JurnalPost.com - Perkembangan teknologi yang begitu cepat mendorong perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara seseorang mengekspresikan diri. Di...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.