JurnalPost.com – Penyakit Alzheimer merupakan suatu kondisi neurodegeneratif yang menyebabkan kerusakan sel saraf terutama di otak manusia. Penyakit ini menempati peringkat ke-7 sebagai penyakit paling mematikan di dunia menurut WHO pada tahun 2023. Kelompok Alzomin.Au dari Universitas Brawijaya, yang dipimpin oleh Aldi Indra Prambudi, mengusulkan pengobatan inovatif untuk terapi penyakit Alzheimer dengan menggunakan kombinasi senyawa alkaloid dari daun zodia dan senyawa kurkuminoid dari rimpang kunyit yang terenkapsulasi nanopartikel emas. Di bawah bimbingan Dr. dr. Shahdevi Nandar Kurniawan, Sp. S., (K), kelompok Alzomin.Au memiliki harapan untuk mengembangkan metode terapi alternatif yang mampu mengatasi akar penyebab Alzheimer, yaitu penumpukan plak amyloid beta (Aβ) di otak.
Pengobatan Alzheimer umumnya melibatkan preskripsi obat-obatan seperti memantine, rivastigmine, dan donepezil yang menghambat reseptor otak sehingga tidak bisa menerima asetilkolinesterase untuk mengurangi terjadinya pemecahan asetilkolin yang mengakibatkan kematian sel otak. Namun, pengobatan ini tidak mengatasi penyebab utama penyakit Alzheimer, yakni penumpukan plak amyloid beta (Aβ).
Terapi alternatif yang dikembangkan ini mengusulkan kombinasi sifat antioksidan dan antiinflamasi dari kurkuminoid kunyit dengan kemampuan menghambat pembentukan Aβ dari senyawa alkaloid daun zodia. Kombinasi ini akan diuji pada hewan uji coba tikus wistar yang telah diinduksi dengan Alzheimer, melalui injeksi senyawa AlCl₃ untuk memodelkan penumpukan Aβ pada otak tikus. Selain itu, kombinasi senyawa kurkuminoid dan alkaloid dienkapsulasi nanopartikel emas untuk menjamin pengiriman yang tepat ke area otak yang terpengaruh.

Pengembangan hingga saat ini oleh kelompok Alzomin.Au memberikan hasil yang penuh harapan pada uji perilaku hewan coba yang meunjukkan kemampuan kognitif yang semakin baik. Harapannya, pengujian kualitatif dengan pengamatan jumlah plak Aβ pada pembedahan otak tikus akan menunjukkan hasil yang positif pula. Penelitian kelompok Alzomin.Au bertujuan untuk menyediakan alternatif yang menjanjikan dalam pengobatan Alzheimer, dengan potensi manfaat bagi pasien secara global.
Alternatif terapi penyakit Alzheimer dikembangkan oleh 5 mahasiswa Universitas Brawijaya menggunakan kombinasi senyawa hasil ekstraksi dari rimpang kunyit dan daun zodia. Inovasi ini diujikan terhadap hewan coba tikus wistar yang diinduksi penyakit Alzheimer dan memberikan hasil positif pada uji perilaku hewan coba. Harapannya, inovasi ini akan menyediakan kesempatan baru terhadap pengembangan terapi penyakit Alzheimer lebih lanjut di masa yang akan datang.





