JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh kelompok 61 gelombang 1 ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adapun anggota kelompok antara lain Putri Salma Aufa Hidayat, Taurizka Maylanie Michelle Lio, Erlita Fayza Farahdila, Anggita Illyana, dan Siti Muawanah.
Pengabdian Masyarakat ini dibawahi langsung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I.

Kegiatan PMM yang dilaksanakan merupakan psikoedukasi tentang bagaimana pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan juga penayangan video tentang pendidikan seksual. Pendidikan seksual pada anak seringkali dianggap tabu oleh sekelompok orang, dengan maraknya kasus pelecehan seksual dan adanya anggapan tersebut maka adanya kegiatan psikoedukasi terkait pelecehan seksual. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan di SDN Sidomulyo 01, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Selasa, 06 Agustus 2024.
Pendidikan seksual adalah proses memberikan informasi yang akurat dan komprehensif tentang berbagai aspek seksualitas kepada individu, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap yang sehat mengenai seksualitas.
Dalam kegiatan psikoedukasi ini siswa diberikan pengetahuan mengenai apa saja bagian tubuh yang sensitif untuk dipegang, bagaimana cara menghargai perbedaan gender, apa yang harus dilakukan jika mengalami pelecehan seksual, dan lainnya.
Tujuan pendidikan seksual sejak dini adalah untuk memberikan anak-anak pengetahuan yang benar dan akurat mengenai tubuh mereka, hubungan interpersonal, dan mengajarkan anak-anak untuk mengenali tanda-tanda pelecehan seksual dan bagaimana melaporkannya, serta memahami pentingnya batasan pribadi.





