
JurnalPost.com, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, 15 Agustus 2024_Dalam upaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester ini, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari kelompok 117 melaksanakan pelatihan inovatif tentang pembuatan eco enzyme sebagai solusi terhadap pencemaran limbah tahu di Desa Drawati. Pelatihan ini dilaksanakan pada [tanggal kegiatan] dan bertujuan untuk mengatasi masalah pencemaran air yang disebabkan oleh limbah tahu yang mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Mahasiswa KKN kelompok 117 mengadakan pelatihan pembuatan eco enzyme, sebuah produk fermentasi mikrobiologi yang dapat mengurangi dampak pencemaran dan memperbaiki kualitas lingkungan. Eco enzyme dirancang untuk mengatasi bau tidak sedap dan masalah pencemaran yang dihasilkan dari limbah tahu yang telah mencemari air dan mengganggu hasil pertanian padi masyarakat.
Pelatihan ini dipimpin oleh Resa Aulia, mahasiswa Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang ahli dalam pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok KKN, Alfaraz, serta asisten pelatih, Alvian Muhamad Sa’ban. Masyarakat Desa Drawati, khususnya warga yang terdampak pencemaran, turut serta dalam pelatihan ini.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Drawati, Kecamatan Paseh, yang selama ini menghadapi masalah pencemaran limbah tahu yang menimbulkan bau tidak sedap dan memengaruhi kualitas hasil pertanian. Pelatihan ini berlangsung pada 15 Agustus 2024 sebagai bagian dari program KKN mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk semester ini.
Pelatihan ini diadakan untuk mengatasi masalah pencemaran yang disebabkan oleh limbah tahu, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan warga tetapi juga berdampak negatif pada hasil panen padi. Dengan memanfaatkan eco enzyme, diharapkan kualitas air dan lingkungan dapat diperbaiki, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Resa Aulia memandu peserta melalui proses pembuatan eco enzyme, mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik fermentasi. Pelatihan ini juga mencakup diskusi interaktif dan sesi tanya jawab untuk memberikan pengetahuan praktis dan teoritis kepada masyarakat tentang penerapan eco enzyme. Selain itu, mahasiswa KKN akan terus memantau dan mendukung implementasi eco enzyme di lapangan untuk memastikan keberlanjutan manfaat dari kegiatan ini.
Resa Aulia menjelaskan, “Eco enzyme memiliki potensi besar untuk memperbaiki lingkungan secara ramah dan berkelanjutan. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang manfaat eco enzyme dan cara mengimplementasikannya.” Ketua KKN, Alfaraz, menambahkan, “Kami berharap pelatihan ini memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami akan terus mendukung mereka dalam mengaplikasikan pengetahuan ini.” Asisten pelatih, Alvian Muhamad Sa’ban, menegaskan, “Kami berharap kegiatan ini menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan masalah serupa, memperluas dampak positif dari penggunaan eco enzyme.”
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan institusi pendidikan, serta berkontribusi pada solusi lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa dalam peran mereka sebagai agen perubahan yang mendukung pemberdayaan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis : Anggi Saeful Majid
UIN Sunan Gunung Djati Bandung




