Surabaya, JurnalPost.com – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Widya Kartika Surabaya, Satria Fitrah Nugraha berhasil mengembangkan sistem deteksi gempa berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengirimkan peringatan dini secara otomatis melalui dua platform populer: Telegram dan WhatsApp.
Sistem ini dirancang dengan menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama, sensor MPU6050 untuk mendeteksi getaran, buzzer sebagai alarm lokal, dan layar OLED untuk menampilkan status deteksi gempa. Salah satu keunggulan dari alat ini adalah kemampuannya mengirim notifikasi real-time kepada masyarakat, bahkan dalam hitungan detik setelah gempa terdeteksi.
Dosen pembimbing, Mahessa Sangga Bhuana, S.T., M.T. menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang tidak hanya menggabungkan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Sistem ini sangat potensial untuk diterapkan di lingkungan rumah, sekolah, atau fasilitas umum. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menciptakan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan,” ujar Mahesa.
Sementara itu, Kepala Program Studi Teknik Elektro, Erwin Dhaniswara, A.Md., S.SI., M.Kom , menambahkan bahwa Universitas Widya Kartika mendukung penuh pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mitigasi bencana.
“Kami bangga mahasiswa kami dapat mengintegrasikan teknologi dengan kepedulian sosial. Ini sejalan dengan semangat kampus dalam mencetak lulusan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Erwin.
Inovasi sistem deteksi gempa berbasis IoT dengan notifikasi multi-platform ini mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan melalui pendekatan teknologi. Ke depan, pengembangan dan implementasi sistem serupa diharapkan mampu mendukung pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respon terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi. Universitas Widya Kartika akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang solutif dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.





