
JurnalPost.com – Mahasiswa dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 101 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan dedikasi mereka dalam mendukung pendidikan, terutama di era digital yang terus berkembang. Dalam rangkaian kegiatan pengabdian yang mereka lakukan, mereka menyelenggarakan sebuah program unggulan yang diberi judul “Pengembangan Kreativitas Digital melalui Platform Desain Grafis Canva dalam Proses Pembelajaran untuk Siswa/i SD Negeri 2 Sumberpucung.” Program ini bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari proposal yang lebih luas yang mengusung tema “Penyelenggaraan Lomba Kemerdekaan di Desa Karangkates dengan Keterlibatan Karang Taruna dalam Penggalangan Dana melalui Bank Sampah dan Peningkatan Pemahaman Teknologi melalui Edukasi Microsoft Tools dan Presentation Tools.”
Program ini dirancang dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi desain grafis kepada siswa kelas 5 SD Negeri 2 Sumberpucung. Pelaksanaan program ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 8 Agustus hingga 13 Agustus 2024, dan difokuskan pada berbagai materi yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, kemampuan presentasi, serta kolaborasi di antara siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya diajarkan untuk mengenal teknologi, tetapi juga dilatih untuk mampu memanfaatkannya secara efektif dalam konteks pembelajaran.

Pada hari pertama program, siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan Canva, sebuah platform desain grafis yang saat ini banyak digunakan oleh berbagai kalangan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun profesional. Mahasiswa PMM dari Kelompok 101 memandu siswa dalam memahami berbagai fitur dasar Canva, seperti pembuatan desain sederhana, penggunaan template, dan penyesuaian elemen grafis. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik langsung, di mana siswa dapat mencoba membuat desain mereka sendiri dengan bimbingan dari para mahasiswa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya memahami teori di balik desain grafis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk langsung mengaplikasikannya.
Hari kedua program difokuskan pada peningkatan keterampilan siswa dalam menggunakan elemen-elemen tambahan dalam Canva, seperti animasi dan transisi. Elemen-elemen ini penting untuk memperkaya presentasi visual yang mereka buat, sehingga hasil akhirnya tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga lebih komunikatif. Mahasiswa PMM memberikan contoh-contoh konkret mengenai bagaimana penggunaan elemen-elemen ini dapat mengubah sebuah presentasi yang sederhana menjadi lebih dinamis dan menarik perhatian audiens. Siswa juga diberikan kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai elemen ini dalam desain mereka sendiri, yang kemudian dievaluasi dan diberikan masukan oleh mahasiswa.

Puncak dari program ini terjadi pada hari ketiga, di mana siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil desain yang telah mereka buat di depan teman-teman sekelas. Selain itu, mahasiswa PMM juga memberikan pelatihan dasar public speaking kepada siswa, dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum. Aspek ini sangat penting, karena kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, baik dalam konteks pendidikan maupun karier. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar untuk menyusun dan menyampaikan pesan secara efektif, tetapi juga belajar untuk mengatasi rasa gugup dan membangun rasa percaya diri.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan siswa-siswa SD Negeri 2 Sumberpucung tidak hanya memiliki pemahaman dasar tentang desain grafis, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Keterampilan ini, meskipun terlihat sederhana, dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mendukung proses pembelajaran, khususnya dalam era digital saat ini. Mahasiswa PMM Kelompok 101 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program inovatif dan inspiratif. Mereka percaya bahwa pengembangan kreativitas digital merupakan salah satu kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di masa depan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan di Indonesia dapat terus maju dan berkembang.




