JurnalPost.com – Mahasiswa PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Kelompok 95 Gelombang 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah berhasil melaksanakan sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen keuangan pada salah satu pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yaitu Toko Kelontong milik Bu Susan yang berlokasi di Jl Stasiun, Singosari. Program pelatihan ini dirancang dengan fokus utama pada pembukuan dan penjurnalan, yang merupakan dua aspek krusial dalam pengelolaan bisnis, terutama bagi usaha kecil seperti toko kelontong. Sebagai pelaku UMKM, Bu Susan dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam mengelola usahanya, termasuk dalam hal pencatatan keuangan yang seringkali dianggap rumit dan memakan waktu. Oleh karena itu, kelompok PMM 95 memilih untuk memberikan pelatihan ini dengan harapan dapat membantu Bu Susan dalam menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur dan akurat, sehingga dapat memantau perkembangan usahanya dengan lebih baik dan membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.

Dalam pelaksanaan program ini, para mahasiswa PMM tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung bersama Bu Susan, mulai dari cara mencatat transaksi harian, membuat buku besar, hingga penyusunan laporan laba rugi. Mereka juga memperkenalkan berbagai metode penjurnalan yang sederhana dan mudah dipahami, serta mengajarkan penggunaan alat bantu seperti buku kas dan software akuntansi yang sesuai dengan skala usaha Bu Susan. Pendekatan yang digunakan oleh para mahasiswa dalam pelatihan ini sangat interaktif, di mana Bu Susan diajak untuk secara aktif berpartisipasi dalam setiap sesi pelatihan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi dalam menjalankan toko kelontongnya.

Hasil dari program pelatihan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan, di mana Bu Susan kini lebih percaya diri dalam mengelola keuangan tokonya. Dia mulai rutin mencatat setiap transaksi yang terjadi, baik pemasukan maupun pengeluaran, dan telah mampu menyusun laporan keuangan sederhana yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja usahanya. Selain itu, Bu Susan juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pembukuan yang rapi dan terstruktur, yang tidak hanya membantu dalam pengelolaan bisnis sehari-hari, tetapi juga memberikan kemudahan saat mengajukan pinjaman atau berurusan dengan pihak-pihak eksternal seperti bank atau investor. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Toko Kelontong Bu Susan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi UMKM lainnya di wilayah Singosari.

.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara mahasiswa PMM dan Bu Susan, serta dukungan dari Universitas Muhammadiyah Malang yang terus mendorong mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program pelatihan ini juga mencerminkan komitmen UMM dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui peningkatan kapasitas manajerial, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain memberikan manfaat langsung kepada Bu Susan, pengalaman ini juga menjadi pembelajaran berharga bagi para mahasiswa PMM, di mana mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus dalam situasi yang nyata, sekaligus mengasah keterampilan interpersonal dan kepemimpinan mereka dalam bekerja dengan masyarakat.




