
JurnalPost.com – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dinaungi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengabdi guna kemanfaatan masyarakat.
Program ini diikuti oleh kelompok 96 gelombang 1 UMM yang terdiri dari Firdian Ari Pratama, Yasmine Agia Faulata, dan Nur Fadhila yang berasal dari program studi Manajemen Angkatan 2022 serta Alif Raihan Fadhilah yang berasal dari program studi Peternakan Angkatan 2021 dan dibimbing oleh bapak Agung Prasetyo Nugroho Wicaksono, S.E, M.A selaku dosen pendamping lapangan (DPL) UMM.
Kegiatan ini dimulai dari tanggal 18 Juli – 16 Agustus 2024 di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Mahasiswa kelompok 96 dari perguruan tinggi ini telah sukses melaksanakan program pengabdiannya di desa Gadingkulon tepatnya di Dusun Princi dengan program utama MENUJU PETERNAKAN SEJAHTERA : PENGUATAN KAPASITAS MANAJEMEN SAPI PERAH MELALUI PRAKTIK KEMASYARAKATAN DAN PENDIDIKAN.
Kami memilih Desa Gadingkulon sebagai lokasi program ini dilaksanakan karna desa ini memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah, terutama di sektor peternakan sapi perah. Adapun alasan kami memilih program kerja ini yaitu, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.
Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari survei awal untuk mengidentifikasi apa saja permasalahan yang dialami peternak sapi perah, dilanjut dengan sosialisasi mengenai penyakit apa saja yang lumrah dialami oleh sapi perah, dan diakhiri dengan kami yang membantu kegiatan peternak di kandang.
Kami diberikan kesempatan bertemu dengan bapak Puji Utomo selaku ketua KUD Sumber Rejeki sekaligus pemilik peternakan tempat kami melakukan kegiatan utama. Bapak Puji Utomo selaku pemilik peternakan mengaku sangat terbantu dengan adanya kehadiran mahasiswa yang melakukan kegiatan PMM di Desa Gadingkulon terutama di Dusun Princi.
Kegiatan yang pertama kami lakukan adalah melakukan survey ke setiap kandang sapi yang ada di Dusun Princi sembari melakukan sosialisasi edukasi penyakit pada hewan ternak terutama pada sapi perah. Salah satu pertanyaan yang kami tanyakan kepada peternak yaitu “ apakah sapi yang berada di kandang ini pernah mengalami sakit dan sakit apa yang susah atau lama untuk disembuhkan?” pertanyaan yang kami ajukan dijawab oleh pak Puji Utomo seperti berikut “Penyakit yang lumrah dialami sapi perah yaitu mastitis, kembung, linu, dan diare sedangkan sakit yang susah atau lama disembuhkan yaitu sapi perah yang sakit pasca melahirkan karna perawatan dari peternak kurang jeli sehingga bisa berpengaruh ke pasca kelahiran dan sapi bisa drop.”
Adapun pertanyaan lain yang kami tanyakan seputar manajemen yaitu penjualan susu sapi perah di Dusun Princi, Bapak Puji Utomo mengatakan bahwa hasil susu perah di Dusun Princi setiap harinya disetor ke mitra yang sudah bekerja sama dengan KUD Sumber Rejeki yang ada di Dusun Princi sejak tahun 2018 yaitu Nestle dan KUD Sumber Rejeki mensupply susu ke pihak Nestle sebanyak 3000 Liter setiap harinya.

Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan di kandang Pak Puji adalah membantu kegiatan peternakan di Dusun Princi Desa Gadingkulon. Seperti mempersiapkan sapi sebelum di perah, memberi makan sapi, dan membersihkan pos susu. Kami juga diberikan kesempatan oleh bapak Puji Utomo untuk menyambut kedatangan tamu dari pihak Nestle Switzerland dan pihak Nestle Jawa Timur, sehingga kami berkesempatan bertemu dengan orang orang berpengaruh di Nestle.




