Malang, JurnalPost.com – Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya berperan aktif dalam mendukung suksesnya distribusi bantuan sosial beras Bulog di Balai Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Rabu, 10 Juli 2024. Mereka membantu mengatur antrian, memeriksa surat undangan dan tanda tangan, serta membantu warga membawa beras seberat 10 kg. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program kerja mereka yang bertujuan untuk membantu kelancaran acara yang diselenggarakan oleh perangkat desa. Selain itu, para mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan selama pandemi. Mereka juga memfasilitasi tanya jawab seputar bantuan sosial agar warga mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa belajar untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial dan mengasah kemampuan berorganisasi. Partisipasi aktif mereka diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut serta dalam kegiatan kemasyarakatan.
Pembagian bantuan sosial beras Bulog berjalan dengan tertib dan lancar di Balai Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00. Bantuan sosial berupa beras Bulog dengan berat 10 kg disalurkan oleh Badan Pangan Nasional dan Bulog kepada warga desa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam acara ini, Wiwin dari fakultas pertanian Universitas Brawijaya, menyampaikan, “Saya merasa senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Melihat warga yang antusias dan merasa terbantu membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial. Ini adalah pengalaman berharga yang mengajarkan saya tentang pentingnya kepedulian dan kerja sama.”

Warga Desa Donowarih harus membawa kartu keluarga (KK) asli beserta satu lembar fotokopinya atau KTP asli dan satu lembar fotokopinya, serta surat undangan untuk penerimaan bantuan beras. Penerima beras bansos juga diwajibkan untuk melakukan perekaman atau foto wajah melalui aplikasi yang dioperasikan oleh petugas bansos yang bertugas. Terdapat 500 karung beras yang akan dibagikan, dengan sekitar 454 orang yang hadir untuk menerima bantuan tersebut. Proses verifikasi dokumen dilakukan dengan cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Petugas bansos dibantu oleh mahasiswa KKN dalam memeriksa kelengkapan berkas dan mengarahkan warga yang belum lengkap persyaratannya. Meskipun antrian cukup panjang, kerjasama antara petugas dan mahasiswa membuat proses berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seorang warga, Yani Agustin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterimanya. “Beras ini sangat membantu kami, terutama di masa sulit seperti sekarang,” ujarnya.

Sejak pagi, warga sudah mulai berdatangan membawa dokumen yang diperlukan untuk menerima bantuan. Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya yang terlibat dalam kegiatan ini dengan sigap mengatur antrian, memberikan arahan kepada warga, serta memverifikasi dokumen warga. Mereka juga berperan penting dalam memastikan bahwa proses penyaluran berjalan lancar, membantu warga yang kesulitan membawa beras seberat 10 kg hingga ke kendaraan mereka. Interaksi antara mahasiswa dan warga pun berlangsung hangat. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses teknis penyaluran, tetapi juga menyempatkan diri berbincang dengan warga, mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka. Bagi banyak warga, kehadiran mahasiswa ini memberikan rasa nyaman dan kepercayaan diri, karena mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh generasi muda yang peduli. Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan wawasan berharga mengenai kondisi nyata di lapangan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa, memperkuat empati dan kesadaran sosial mereka.
Selain proses distribusi bantuan yang teratur, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi warga Desa Donowarih untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa Universitas Brawijaya dan petugas setempat. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya meningkatkan efisiensi proses distribusi, tetapi juga mempererat hubungan antara generasi muda dan komunitas lokal. “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, selain mendapatkan beras, kami juga merasa didengarkan dan diperhatikan oleh para mahasiswa dan petugas,” ujar Giarto, salah seorang warga yang menerima bantuan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang dinamika sosial di desa serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, warga desa merasa lebih diperhatikan dan didukung, yang tentunya berdampak positif pada semangat gotong royong dan solidaritas di lingkungan mereka.





