
JurnalPost.com – Kelompok mahasiswa KKN Kelompok 22 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan beberapa sosialisasi dan penyuluhan terkait dengan pengolahan limbah rumah tangga di beberapa dusun di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong. Desa Bandungan ini berfokus pada bidang pertanian. Salah satu kegiatannya adalah sosialisasi serta penyuluhan mengenai pembuatan dan penggunaan eco enzyme. Eco enzyme adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan para petani sebagai pupuk organik cair. Pupuk organik cair ini memiliki manfaat yang signifikan, antara lain pupuk ini dapat digunakan untuk menggemburkan tanah serta mengurangi dampak dari pupuk sintesis atau kimia yang dapat merusak tanah. Eco enzyme sendiri merupakan hasil fermentasi dari limbah organik rumah tangga seperti kulit sayur dan buah. Proses fermentasi ini melibatkan pencampuran limbah organik dengan gula dan air.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Juli 2024 di beberapa dusun Desa Bandungan. Sosialisasi dan penyuluhan ini dihadiri oleh warga sekitar yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani. Acara dimulai dengan penjelasan mengenai apa itu eco enzyme, bagaimana cara kerjanya, dan manfaatnya bagi pertanian. Kemudian Dhani, selaku pembicara dalam kegiatan ini juga mempraktikan bagaimana cara membuat eco enzyme dari limbah rumah tangga. Ia mendemonstrasikannya secara langsung dihadapan para warga dengan langkah-langkah yang sederhana dan mudah diikuti. Bahan-bahan yang digunakan, seperti kulit buah dan sayur, gula, dan air, semuanya mudah didapatkan di rumah.
“Sosialisasi ini cukup membantu mas, para petani disini juga kan kebanyakan pakai pupuk sintesis. Kalo ada alternatif yang bisa mengurangi dampak pupuk sintesis itu ya bagus, alhamdulillah” ungkap salah satu warga. Mereka juga menunjukkan minat serta antusiasme dalam mencoba metode ini di lahan pertanian mereka masing-masing.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi serta penyuluhan ini, diharapkan para petani di Desa Bandungan dapat mulai beralih ke penggunaan pupuk organik cair euntuk mengurangi dampak dari pupuk sintesis itu sendiri serta membantu dalam mengurangi limbah rumah tangga secara lebih bijak. Pengurangan penggunaan pupuk kimia juga dapat mengurangi biaya produksi pertanian dan meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar.
DPL : Dr. Tatag Handaka, S.Sos, M.Si
Penulis : Tim KKN Kelompok 22 Universitas Trunojoyo Madura




