Desa Bulukerto, JurnalPost.com, 22 Juli – 22 Agustus 2025 — Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Fakultas Hukum, yakni Mohammad Arif Wahyudi, Afrizal Bramantara, Denda Okta Dewinta, Ratu Naila Zakiyah, dan Adelia Agustin, berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Program yang berlangsung selama 40 hari ini berfokus pada tiga sektor strategis: sensus kependudukan, kebersihan lingkungan, serta pengembangan ekonomi kreatif (UMKM) dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa secara intensif mendatangi rumah warga, Dasawisma, hingga tingkat RT untuk melakukan pendataan kependudukan. Informasi yang dihimpun meliputi identitas penduduk, jumlah Kartu Keluarga (KK), dan total jumlah penduduk tiap RT. Hasil sensus kemudian direkap dan diserahkan kepada pemerintah desa sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Selain kegiatan sensus, mahasiswa juga menggagas program lingkungan dengan membersihkan fasilitas umum dan melakukan edukasi kebersihan. Di bidang ekonomi kreatif, mereka mendampingi pelaku UMKM lokal dalam mengembangkan produk desa agar mampu bersaing di pasaran.
Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, S.I.Kom, mengapresiasi kontribusi mahasiswa PMM UMM. “Kami sangat terbantu dengan program ini, khususnya terkait sensus kependudukan yang selama ini menjadi kendala bagi desa. Dengan adanya data valid, kami dapat merancang program pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan sosial dengan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Hendra Kusuma, S.E., M.S.E., menegaskan bahwa KKN PMM merupakan sarana penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan realitas masyarakat. “Melalui program ini, mahasiswa belajar menghadapi persoalan riil di lapangan sekaligus berkontribusi nyata bagi desa. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa menjadi kunci sukses kegiatan ini,” jelasnya.
Ketua Tim KKN, Afrizal Bramantara, menambahkan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan hasil survei dan diskusi dengan warga desa. “Kami berharap, program yang dijalankan tidak berhenti setelah KKN berakhir, melainkan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, seperti alamat rumah warga yang belum tertata jelas serta minimnya dokumen resmi, tim PMM tetap konsisten mencari solusi dengan berkoordinasi bersama perangkat desa, melakukan pencatatan manual berbasis observasi, dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan.
Pada akhirnya, program KKN PMM di Desa Bulukerto tidak hanya menghasilkan data kependudukan yang akurat, tetapi juga memperkuat kesadaran lingkungan serta membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan fondasi pembangunan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Bulukerto.





