Yogyakarta, JurnalPost.com — Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertemakan “Tangan Terampil, Air Mengalir, Potret UMKM Sumber Urip Sumur Bor melalui Filosofi Tri N (Niteni, Niroke, Nambahi)”. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas UMKM lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai kearifan lokal, khususnya dalam penyediaan air bersih melalui jasa sumur bor.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa minggu ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari UST yang didampingi langsung oleh Ignatius Soni Kurniawan, Ana Fitrotun Nisa, dan Umi Wahidah. Selain itu, kolaborasi lintas negara turut memperkaya wawasan peserta melalui kehadiran Dr. Suddin Bin Lada dari Universiti Malaysia Sabah, yang turut memberikan pendampingan dan perspektif internasional.
Pelaksanaan kegiatan ini menitikberatkan pada pendekatan filosofi Tri N—Niteni (Mengamati), Niroke (Meniru), dan Nambahi (Mengembangkan)—sebagai strategi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi UMKM Sumber Urip Sumur Bor, terutama dalam proses pengeboran sumur yang sering menghadapi kendala lapisan batuan keras dan kedalaman sumber air yang tak pasti.
Dalam tahap Niteni, UMKM melakukan pengamatan mendalam terhadap kondisi lapangan untuk memahami tantangan teknis dan sosial, termasuk kendala alat dan perizinan. Selanjutnya, pada tahap Niroke, praktik dan teknologi yang sudah terbukti efektif seperti penggunaan mata bor PDC dan mesin bor spindle dengan daya tinggi diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kerusakan. Tahap terakhir, Nambahi, UMKM mengembangkan inovasi, seperti penerapan teknologi sensor untuk pemantauan real-time dan penataan ulang infrastruktur usaha agar tampil lebih profesional dan menarik pelanggan.

Selain peningkatan kapasitas teknis, mahasiswa juga membantu UMKM dalam mempromosikan layanan melalui media sosial dan memperbaiki manajemen usaha, termasuk pencatatan transaksi digital sederhana dan pembuatan branding usaha yang kuat. Adaptasi teknologi dan strategi manajemen ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha sumur bor di tengah tantangan alam dan teknis.
Keterlibatan lintas negara dan pendekatan filosofi lokal ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta dalam pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs tetapi juga memperkuat jejaring akademik regional. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Sumber Urip Sumur Bor mampu menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus menunjukkan bahwa solusi lokal berbasis nilai-nilai budaya dan inovasi teknologi mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan akses dan kualitas hidup masyarakat.
Kesiapsiagaan dan inovasi dalam menghadapi tantangan teknis seperti batuan keras dan kedalaman sumber air yang tidak menentu menjadi kunci keberhasilan usaha ini. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, kegiatan pengabdian ini membuka peluang baru bagi UMKM jasa sumur bor untuk berkembang sekaligus memberikan solusi berkelanjutan dalam mengatasi krisis air bersih di Indonesia.





