JurnalPost – Mahasiswa dari Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah melaksanakan program kerja bertajuk “Looking for Hidden Features: Pembuatan dan Penyaluran Booklet Literasi Digital dalam Mengakses Fitur yang Dapat Bermanfaat untuk Anak dan Remaja” di Desa Panekan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan anak-anak dan remaja desa, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan lebih bijak dan produktif.
Di era digital saat ini, kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi menjadi sangat penting. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Namun, tidak semua anak dan remaja memiliki pemahaman yang cukup tentang bagaimana menggunakan teknologi secara efektif dan aman. Oleh karena itu, melihat potensi positif dari teknologi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menginisiasi program kerja “Looking for Hidden Features” untuk memberikan edukasi literasi digital melalui booklet yang mudah dipahami dan menarik.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anak-anak dan remaja tentang fitur-fitur yang jarang diketahui atau digunakan, tetapi memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan dan kreativitas mereka. Dengan pengetahuan ini, diharapkan mereka dapat menggunakan perangkat digital secara lebih optimal dan bertanggung jawab.
Program ini dimulai dengan tahap persiapan di mana para mahasiswa melakukan survei untuk mengetahui tingkat literasi digital di kalangan anak-anak dan remaja Desa Panekan.
Berdasarkan hasil survei, tim KKN menyusun booklet yang berisi panduan tentang cara mengakses fitur-fitur digital yang bermanfaat. Proses pembuatan booklet literasi digital ini diinisiasi dari mahasiswa dengan latar belakang Teknologi Informasi. Dirancanglah booklet yang informatif dan menarik dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak dan remaja. Booklet ini mencakup berbagai topik, seperti cara digital wellbeing, memanfaatkan fitur-fitur pembelajaran di google, hingga cara menjaga perangkat digital supaya tahan lama dan tidak mudah rusak. Desain booklet dibuat dengan penuh kreativitas, menggabungkan teks yang jelas dengan ilustrasi yang menarik. Hal ini bertujuan untuk membuat materi lebih mudah dipahami dan lebih menarik bagi pembaca-pembaca muda.
Setelah booklet selesai disusun, diadakan sosialisasi pada Karang Taruna salah satu dusun dan tempat berkumpulnya anak-anak serta remaja di desa (Pojok Literasi Desa Panekan). Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan isi booklet dan memberikan contoh praktis tentang cara menggunakan fitur-fitur yang direkomendasikan. Selain itu, juga diadakan sesi tanya jawab untuk memastikan bahwa peserta memahami materi yang disampaikan. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun Nglorog. Orang tua merasa senang karena anak-anak mereka mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat. Para peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. “Saya jadi tahu cara menggunakan fitur digital wellbeing yang bisa membantu saya dalam manajemen waktu,” kata salah satu remaja peserta program.
Program Looking for Hidden Features dapat dimanfaatkan anak-anak dan remaja dalam memahami teknologi secara positif. Harapannya, generasi muda di Desa Panekan dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas digital, mampu memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri, serta siap menghadapi tantangan dunia digital di masa depan. Dengan adanya program ini, diharapkan literasi digital di kalangan anak dan remaja Desa Panekan dapat meningkat secara signifikan. Sehingga mereka bisa lebih siap dan cerdas dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang.





