• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

LIMBAH SEKAM BUKAN MASALAH, MAHASISWA KKN UNTAG SURABAYA SULAP SEKAM MENJADI BRIKET ARANG

PenulisRedaksi
20 Juli 2025
in Berita
A A
0
(dokumentasi sub kel 5 bersama petani saat melaksanakan proker)

(dokumentasi sub kel 5 bersama petani saat melaksanakan proker)

JurnalPost.com – Sebagai negara agraris Indonesia memiliki produksi padi yang melimpah, karena itu pengelolaan limbah pertanian menjadi suatu hal yang serius untuk dihadapi. Sekam padi yang selama ini dianggap “sampah” dan sering dibuang begitu saja, ternyata memiliki potensi yang besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Dusun Sugih Waras, Mojokerto, membuktikan bahwa inovasi produk dan penggunaan teknologi tepat guna dapat menjadi kunci dalam pengelolaan limbah sekam padi yang bermanfaat.

Sejak lama, petani di berbagai daerah biasanya hanya menjual hasil sekam padinya kepada tengkulak jika padi yang dipanen berjumlah besar. Namun jika padi yang dipanen hanya berjumlah kecil atau sedikit, sekam hanya akan menjadi sesuatu yang tidak berguna bagi para petani dan pada akhirnya akan dibuang. Dalam hal ini potensi yang ada pada sekam padi sebagai limbah pertanian masih kurang terlihat dan disadari oleh petani. Padahal ternyata sekam padi sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang efisien. Inovasi sekam padi menjadi briket arang ini menjadikan limbah sekam padi kembali bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Briket arang yang biasanya berbahan baku arang batok kelapa kini dapat diproduksi dengan memanfaatkan campuran dari arang sekam padi sebagai bahan baku campuran briket arang, dimana hal ini tentunya menghemat biaya produksi briket arang.

(foto inovasi briket sekam dan TTG pendukung produksi)

Program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya ini menawarkan sebuah inovasi yang menarik dan bermanfaat. Tidak hanya memberikan praktek pelatihan pembuatan briket arang, tetapi juga memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat penghalus arang berbasis gerinda listrik yang dimodifikasi hingga menjadi sebuah mesin dan dapat dibuat juga digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Program kerja ini juga membangun kesadaran terhadap lingkungan, mengembangkan keterampilan para petani, dan membuka peluang ekonomi baru di dalam masyarakat. Proses pembuatan briket yang meliputi penghalusan, pencampuran dengan tepung tapioka, pencetakan, hingga pengeringan, dirancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat.

Keberhasilan program kerja ini tidak hanya diukur dari aspek pembuatan briket saja, tetapi juga dampak yang dapat ditimbulkan kedepannya seperti pada sisi ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, briket sekam padi dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih murah dibandingkan LPG, sekaligus membuka peluang usaha kecil-menengah di tingkat desa. Selain itu pada sisi sosial dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dari petani hingga ibu rumah tangga dalam kegiatan produktif yang inovatif. Nantinya hal ini menciptakan dinamika sosial yang positif dan memperkuat hubungan antar masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Pengoptimalan dampak dari program kerja ini berhubungan dengan penggunaan teknologi tepat guna yang dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi briket arang dan pengembangan ketrampilan pada masyarakat dalam proses produksinya, sehingga energi alternatif dapat terus digunakan. Inovasi briket sekam padi di Dusun Sugih Waras membuktikan bahwa solusi untuk masalah lingkungan dapat ditemukan dari sumber daya yang selama ini diabaikan. Program ini menjadi contoh nyata dari anggapan dalam masyarakat terkait pemikiran “limbah sebagai beban” menjadi “limbah sebagai suatu hal yang bermanfaat”. Keberhasilan program ini seharusnya menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan inovasi serupa di berbagai daerah.

Saatnya kita mengubah cara pandang terhadap limbah pertanian, bukan sebagai suatu hal yang tidak berguna dan harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diberdayakan yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Inovasi briket sekam padi adalah bukti nyata bahwa dari limbah, kita dapat menciptakan produk yang bermanfaat. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan teknologi tepat guna dapat menghasilkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis:
Naura Azzahra Pasah, Tasya Tania Putri, Dany Rasendriya Saputra, Muhammad Nabil Fatwa, Muhammad Hisyam Nur Cahyo
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Bagikan136MengirimTweet85BagikanPrint PDF

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.