JurnalPost.com – Sebagai negara agraris Indonesia memiliki produksi padi yang melimpah, karena itu pengelolaan limbah pertanian menjadi suatu hal yang serius untuk dihadapi. Sekam padi yang selama ini dianggap “sampah” dan sering dibuang begitu saja, ternyata memiliki potensi yang besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Dusun Sugih Waras, Mojokerto, membuktikan bahwa inovasi produk dan penggunaan teknologi tepat guna dapat menjadi kunci dalam pengelolaan limbah sekam padi yang bermanfaat.
Sejak lama, petani di berbagai daerah biasanya hanya menjual hasil sekam padinya kepada tengkulak jika padi yang dipanen berjumlah besar. Namun jika padi yang dipanen hanya berjumlah kecil atau sedikit, sekam hanya akan menjadi sesuatu yang tidak berguna bagi para petani dan pada akhirnya akan dibuang. Dalam hal ini potensi yang ada pada sekam padi sebagai limbah pertanian masih kurang terlihat dan disadari oleh petani. Padahal ternyata sekam padi sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang efisien. Inovasi sekam padi menjadi briket arang ini menjadikan limbah sekam padi kembali bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Briket arang yang biasanya berbahan baku arang batok kelapa kini dapat diproduksi dengan memanfaatkan campuran dari arang sekam padi sebagai bahan baku campuran briket arang, dimana hal ini tentunya menghemat biaya produksi briket arang.

Program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya ini menawarkan sebuah inovasi yang menarik dan bermanfaat. Tidak hanya memberikan praktek pelatihan pembuatan briket arang, tetapi juga memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat penghalus arang berbasis gerinda listrik yang dimodifikasi hingga menjadi sebuah mesin dan dapat dibuat juga digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Program kerja ini juga membangun kesadaran terhadap lingkungan, mengembangkan keterampilan para petani, dan membuka peluang ekonomi baru di dalam masyarakat. Proses pembuatan briket yang meliputi penghalusan, pencampuran dengan tepung tapioka, pencetakan, hingga pengeringan, dirancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat.
Keberhasilan program kerja ini tidak hanya diukur dari aspek pembuatan briket saja, tetapi juga dampak yang dapat ditimbulkan kedepannya seperti pada sisi ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, briket sekam padi dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih murah dibandingkan LPG, sekaligus membuka peluang usaha kecil-menengah di tingkat desa. Selain itu pada sisi sosial dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dari petani hingga ibu rumah tangga dalam kegiatan produktif yang inovatif. Nantinya hal ini menciptakan dinamika sosial yang positif dan memperkuat hubungan antar masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.
Pengoptimalan dampak dari program kerja ini berhubungan dengan penggunaan teknologi tepat guna yang dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi briket arang dan pengembangan ketrampilan pada masyarakat dalam proses produksinya, sehingga energi alternatif dapat terus digunakan. Inovasi briket sekam padi di Dusun Sugih Waras membuktikan bahwa solusi untuk masalah lingkungan dapat ditemukan dari sumber daya yang selama ini diabaikan. Program ini menjadi contoh nyata dari anggapan dalam masyarakat terkait pemikiran “limbah sebagai beban” menjadi “limbah sebagai suatu hal yang bermanfaat”. Keberhasilan program ini seharusnya menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan inovasi serupa di berbagai daerah.
Saatnya kita mengubah cara pandang terhadap limbah pertanian, bukan sebagai suatu hal yang tidak berguna dan harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diberdayakan yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Inovasi briket sekam padi adalah bukti nyata bahwa dari limbah, kita dapat menciptakan produk yang bermanfaat. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan teknologi tepat guna dapat menghasilkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis:
Naura Azzahra Pasah, Tasya Tania Putri, Dany Rasendriya Saputra, Muhammad Nabil Fatwa, Muhammad Hisyam Nur Cahyo
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya





