• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

Lestarikan Warisan Budaya Lokal: KKN UNTAG Surabaya Ajarkan Permainan Tradisional Egrang Bambu Bersama Ma Al-Istiqomah Mojokarang

PenulisRedaksi
20 Juli 2025
in Berita
A A
0

JurnalPost.com – Bukan bernostalgia, permainan tradisional menjadi alat bermain zaman dulu yang memiliki karakteristik berbeda dibanding permainan canggih dengan smartphone seperti sekarang. Egrang yang menjadi salah satu permainan tradisional lokal di Indonesia itu bukan hanya sekedar permainan biasa. Permainan egrang bambu yang terbuat dari dua tongkat bambu panjang disertai pijakan untuk melangkah adalah permainan tradisional yang cukup menantang.

Tak hanya untuk bermain dan bersenang-senang. Permainan tradisional egrang juga melatih keterampilan motorik para pemain. Kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan, keterampilan ini tentu saja melibatkan sistem saraf, otot, dan otak untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk itu, selain melestarikan budaya lokal di Indonesia, dengan bermain egrang juga dapat melatih keterampilan motorik adalah salah satunya.

Kini, permainan tradisional seperti egrang bambu mulai tergeser dengan zaman yang semakin lama semakin menggila, permainan yang membutuhkan konsentrasi penuh, keseimbangan dalam setiap langkah, kerja keras, dan fokus dalam melangkah di atas pijakan tak dapat dihindari. Permainan tradisional seperti egrang bambu perlu dijaga dan dilestarikan eksistensinya. Dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda penerus bangsa tentu menjadi perhatian penting untuk melestarikan warisan budaya lokal di Indonesia. Seperti apa yang dilakukan oleh MA Al-Istiqomah Desa Mojokarang, bersama mahasiswa KKN Untag Surabaya berlatih bermain permainan tradisional egrang, pada saat pertengahan acara Perkaju di sekolah untuk memanfaatkan waktu yang ada.

Selain menjaga keseimbangan dalam tubuh saat bermain. Mencoba untuk bermain egrang juga melatih kepemimpinan dan kerja keras dalam diri para pemain, terutama pemula, mengajarkan perjuangan dalam meraih setiap langkah dengan tujuan yang semangat. Bak menggambarkan kerja keras yang tidak akan menghianati hasil. Permainan yang seakan memberi cerita untuk setiap para pemain, terutama pemain pemula. Belajar untuk berdiri di atas pijakan egrang dengan menjaga keseimbangan supaya dapat berjalan dengan lancar.

Permainan yang membutuhkan semangat dan kerja keras. Awal belajar bermain egrang memang tidak mudah. Para peserta didik MA Al-Istiqomah mulai belajar bermain egrang, hal itu di awali menaiki pijakan egrang dengan dibantu oleh satu orang yang memegangi kedua belah bambu dari depan, dan mulai membantu berjalan langkah demi langkah disertai usaha untuk menyeimbangkan egrang yang sedang digunakan. Badan condong sedikit ke depan dengan tumpuan bambu egrang untuk memudahkan saat berjalan.

Tidak ada yang lebih menantang dari menjaga keseimbangan saat bermain. Selama kurang lebih satu setengah jam bersama berlatih bermain egrang. Untuk memberi semangat kepada peserta didik MA Al-Istiqomah, sedikit diadakan perlombaan kecil untuk mencapai garis finis dengan ketentuan yang berlaku dan disepakati. Hasilnya adalah beberapa peserta didik saat setelah berlatih kurang lebih selama satu setengah jam dapat bermain permainan egrang meski sempat terjatuh beberapa kali, namun berhasil sampai di garis finish.

Salah satu peserta didik mengatakan bahwa dulu sempat bermain egrang, namun karena telah lama tidak mencoba, sehingga merasa sedikit kesusahan saat kembali mencoba untuk menyeimbangkan egrang ketika bermain. Namun tak patah semangat untuk berlatih, yang pada akhirnya kelancaran dan keseimbangan saat bermain egrangpun akhirnya berhasil.

Bukan sekedar bermain dan melatih keterampilan motorik siswa-siswi MA Al-Istiqomah, namun berlatih bermain egrang juga mengajarkan kerja keras, pantang menyerah dalam usaha untuk menyeimbangkan permainan ketika berjalan. Jatuh, bangun, dan kembali mencoba untuk berdiri di atas pijakan. Egrang mengajarkan semangat dan kerja keras dalam hidup siswa-siswi, permainan tradisional yang sering terlupakan dan tergantikan oleh zaman modern seperti apa yang terjadi sekarang, padahal permainan tradisional egrang bambu memiliki manfaat yang baik untuk para pemain, khususnya dalam melatih keterampilan motorik.

Ditulis oleh : Erika Noviyanti, John Kennedy, Stevani Armanda, Satria Dimar Putra, Adam Aliem Putra Wijaya. Tim KKN R32 Sub Kelompok 3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya..

Bagikan134MengirimTweet84BagikanPrint PDF

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.