JurnalPost.com – Tim KKNT-I (Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi) IPB University berkolaborasi dengan Sekolah Alam Pangandaran pada acara Go Green Festival 2024 di Desa Cimerak, Kec. Cimerak, Kab. Pangandaran pada hari Kamis 11 Juli 2024. Acara Go Green Festival 2024 ini mengangkat tema “Pangandaran ASRI (Aksi, Edukasi, dan Lestari)”. Terdapat beberapa rangkaian acara salah satunya Workshop dengan narasumber dari Dedi Surachman, S.Sos, .M.M (DLHK Kabupaten Pangandaran), Kuswan Sp, M.Pd (SSPMD Patriot Desa Pangandaran), Rian Hidayat (Bank Sampah Induk Kabupaten Pangandaran), dan Mahasiswa KKNT-I IPB Desa Cimerak.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan oleh Sekolah Alam Pangandaran yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini disambut baik oleh masyarakat sekitar ditandai dengan banyaknya peserta yang datang. Bahkan dari masyarakat ada yang turut andil dalam membantu mempersiapkan kegiatan ini sehari sebelum kegiatan dimulai.
Tim KKNT-I (Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi) IPB University berpartisipasi dalam sesi workshop terkait inovasi teknologi sederhana pengolahan sampah organik yaitu sosialisasi pembuatan Eco-Enzym. Sasaran dari sosialisasi Eco-Enzym ini yaitu para ibu rumah tangga dan para petani di Desa Cimerak. Mengingat Eco-Enzym ini merupakan cairan yang multifungsi salah satunya dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Angga Boy Lamsu selaku ketua tim KKNT-I di Desa Cimerak menjelaskan bahwa timnya siap turut berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan yang ada di Desa Cimerak selama 40 hari KKN. Sebelumnya tim KKN telah melakukan survei terkait permasalah yang terjadi di Desa Cimerak. Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu minimnya ketersediaan pupuk bagi para petani.
“Setelah bertanya kepada beberapa masyarakat di Desa Cimerak kami menemukan bahwa ketersediaan pupuk masih menjadi permasalahan utama bagi para petani di Desa Cimerak. Oleh karena itu kami memutuskan untuk melakukan sosialisasi terkait pembuatan Eco-Enzym yang nantinya dapat digunakan sebagai pupuk organik oleh para petani. Mengingat pembuatan Eco-Enzym ini sangat mudah sehingga dapat dilakukan oleh para petani dengan skala rumahan. Harapannya dengan adanya sosialisasi ini dapat menjadi solusi alternatif bagi para petani.” ujarnya pada Kamis, 11 Juli 2024.





