JurnalPost.com – Kunjungan Mahasiswa KKN PMM UNEJ Desa Rowosari ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sumberjambe, Senin, 29 Juli 2024 disambut dengan baik oleh pegawai di BPP. Tim KKN PMM UNEJ sesampainya di kantor mengikuti apel pagi bersama pegawai BPP.
Kunjungan Mahasiswa KKN PMM UNEJ Desa Rowosari ke BPP Kecamatan Sumberjambe bertujuan konsultasi serta pengenalan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan selama melaksanakan pengabdian di Desa Rowosari. Konsultasi dilaksanakan bersama dengan Ibu Inggrit Ferdiana selaku PPL (Penyuluh Pertanian lapangan) wilayah Rowosari. Hal, tersebut dikarenakan pada kegiatan survey kelompok tani hari Kamis, 25 Juli 2024 Tim KKN PMM UNEJ bertemu dengan Ibu Inggrit PPL Wilayah Rowosari di salah satu kediaman kelompok tani.
Konsultasi diawali dengan berbincang santai dengan Pegawai BPP Sumberjambe seputar program kerja Tim KKN PMM UNEJ Desa Rowosari. Poin – poin program kerja dari Tim KKN PMM UNEJ Desa Rowosari disampaikan dan dijelaskan oleh Ardhi Satrio Pamungkas dari divisi acara. Ibu Inggrit Ferdiana selaku PPL (Penyuluh pertanian lapangan) sempat bertanya terkait kelanjutan program kerja kami yang sebelumnya sempat didiskusikan di salah satu kediaman kelompok Tani Maju.
R. Helmy Ramadianto selaku kordes (koordinator desa) menjelaskan bahwa program kerja kami rencananya akan dilakukan dalam minggu ini dengan mengundang Ibu Inggrit Ferdiana selaku PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) sebagai pemateri sosialisasi manajemen kelompok tani di Desa Rowosari.
Kordes (koordinator desa) R. Helmy Ramadianto juga menyampaikan bahwasannya meminta bantuan untuk memberikan materi terkait manajemen kelompok tani dikarenakan kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Inggrit berkaitan dengan salah satu program kerja kami yang mana membutuhkan hubungan dan diskusi dengan kelompok tani.
Sekar Faradita Prameswari selaku wakordes (wakil koordinator desa) menambahkan sosialisasi manajemen kelompok tani membutuhkan bantuan materi dari PPL Rowosari untuk mengumpulkan dan koordinasi dengan kelompok tani sehingga kelompok tani dapat berpartisipasi pada kegiatan sosialisasi tersebut.
Ibu Inggrit menjelaskan bahwasannya bersedia menjadi pemateri untuk kegiatan sosialisasi bersama dengan koordinator BPP Sumberjambe. Beliau juga menyampaikan bahwasannya kegiatan sosialisasi sebaiknya dilakukan di salah satu kediaman kelompok tani, sehingga acaranya dapat terlaksana dengan baik. Ibu Inggrit memberi saran untuk meminta persetujuan dari pemilik rumah dan dua kelompok tani terkait waktu kegiatan sosialisasi.
Penulis : Sekar Faradita Prameswari dan Rachma Wahyu Hidayat






Menyala rawrsari