Oleh: Berlian Saputra, Perangkat Desa Jelutung Kecamatan Namang
JurnalPost.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diwajibkan kepada mahasiswa untuk mengikuti program tersebut sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan dengan adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yaitu untuk menerapkan ilmu yang dipelajari dari bangku kuliah kemudian menerapkan ilmu tersebut di lingkungan masyarakat, melakukan interaksi sosial dengan masyarakat serta melakukan problem solving (pemecahan masalah) yang ada di lokasi KKN tersebut. Dengan ini, penulis merasa senang dan berterimakasih atas kehadiran mereka dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Mandiri dari Insttitut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung tahun 2025 selama 40 hari, dimulai pada tanggal 21 Juli – 30 Agustus 2025, khususnya di Desa Jelutung Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masuk daftar 30 lokasi desa/kelurahan KKN Reguler Mandiri yang ada di Kabupaten Bangka Tengah. Dengan membawa tema besar “Moderasi Beragama” dapat menciptakan dan menerapkan di kehidupan sosial masyarakat secara rukun, damai, kebersamaan dan agamis. Kehadiran para mahasiswa KKN membawa semangat baru untuk membawa perubahan pada desa ditengah keberagaman dengan adanya program kerja harian, mingguan bahkan bulanan untuk dieksekusi turun ke lapangan.
Mengusung tema Moderasi Beragama, penulis pun merasa bahwa konsep ini mengajarkan untuk bersikap toleransi dalam kehidupan sosial ditengah keberagaman masyarakat tanpa membedakan latar belakang seorang individu. Konsep ini tidak hanya berupa teori saja, tetapi perlu adanya praktik di lapangan secara nyata. Karena itu, perlu untuk menyeimbangkan disegala sisi. Para mahasiswa bisa memecahkan masalah yang ada di lokasi KKN tersebut dengan melakukan observasi, partisipasi dan kerjasama antar warga. Apa yang perlu dibenahi, apa yang harus dipersiapkan, apa dampak jangka panjang yang bisa diterima oleh masyarakat desa. Disinilah mahasiswa bisa berfikir kritis guna mendapatkan pencerahan yang baik melihat potensi Desa Jelutung yang memiliki keberagaman dan masyarakat yang majemuk, serta hidup berdampingan secara damai dan saling membantu dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.
Menurut penulis, kegiatan kontribusi nyata berbasis harmoni sosial yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Jelutung antara lain yaitu kegiatan partisipasi gotong royong dengan elemen masyarakat, diskusi dengan para tokoh agama, kepala desa, perangkat desa, remaja masjid, karang taruna dan warga, pemberian edukasi beragama kepada siswa-siswi di sekolah maupun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Hal ini bersifat menyentuh langsung kehidupan warga dan direspon secara positif. Program-program KKN tersebut dapat dikatakan relevan dan terbuka. Para mahasiswa pun merasa mereka dilibatkan dalam program kegiatan yang ada di desa. Begitu juga sebaliknya. Mereka akan lebih peka dan dekat dalam hal interaksi sosial dengan masyarakat sehingga keterbukaan sosial telah muncul dihadapan mereka.
KKN Moderasi Beragama sebagai wahana yang tepat untuk menunjukkan eksistensi keberadaannya di tengah masyarakat. Mereka menjadi agen perubahan sosial dari langkah-langkah kecil secara konsisten hingga menjadi besar seperti mendengarkan pendapat dalam sebuah diskusi/musyawarah, menghargai kearifan lokal budaya masyarakat serta menciptakan nilai kebersamaan yang harmonis. Penulis merasa bahwa dengan adanya kehadiran mahasiswa KKN di Desa Jelutung Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah ini, ini menandakan bahwa mereka telah menunjukkan kontribusi nyata yang tidak hanya secara fisik belaka, melainkan juga sosial budaya dan spiritual. Dari tindakan-tindakan tersebut, mereka telah mengukir sejarah dan membawa harapan peradaban untuk desa.





