Mojokerto, 21 Juli 2025, JurnalPost.com – Semangat patriotisme dan cinta tanah air kini lebih mudah ditanamkan pada siswa sekolah dasar di SDN Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ini berkat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok R-10 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang bertajuk “Implementasi APE dalam Meningkatkan Nilai Patriotisme Melalui Penerapan Edukatif dan Interaktif Guna Mendukung Pencapaian SDGs”. Program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna, sekaligus berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs).
Tim KKN mengidentifikasi bahwa metode pembelajaran konvensional dan minimnya sarana edukatif di SDN Nogosari menyebabkan siswa kurang antusias dan mudah terdistraksi, terutama di kelas rendah. Untuk mengatasi masalah ini, mereka memperkenalkan berbagai Alat Permainan Edukatif (APE) inovatif yang dirancang khusus untuk menarik minat belajar siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme.
Tiga jenis APE utama yang digunakan meliputi:
APE Aksara Angka: Media ini membantu siswa mengenal huruf dan angka dengan sentuhan nasionalisme, memungkinkan mereka belajar sambil mengidentifikasi simbol kebangsaan atau nama pahlawan secara interaktif.
APE Garis Stimulus: Permainan ini mengembangkan motorik halus siswa melalui aktivitas seperti mengikuti garis atau menyusun lambang negara, yang juga memperkuat pemahaman mereka tentang identitas bangsa.
Kuis Interaktif: Tim KKN memanfaatkan platform kuis digital untuk menyajikan pertanyaan seputar pahlawan dan simbol negara secara kompetitif dan menyenangkan. Meskipun ada kendala internet, pendekatan offline atau hybrid tetap diupayakan untuk memastikan aksesibilitas.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Siswa SDN Nogosari menjadi lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi kebangsaan melalui pendekatan berbasis permainan. Banyak siswa bahkan mampu mengenali lambang negara dan nama pahlawan dengan baik. Anggota tim KKN mengabarkan bahwa anak-anak lebih semangat belajar ketika materi disajikan dalam bentuk permainan, yang memudahkan mereka mengenal simbol negara, tokoh pahlawan, serta nilai-nilai seperti gotong royong dan cinta tanah air.
Para guru di SDN Nogosari juga menyambut baik metode ini dan menyatakan minat untuk mengintegrasikan APE dalam pengajaran sehari-hari. Beberapa APE yang telah dibuat bahkan diserahkan kepada sekolah sebagai alat bantu pembelajaran berkelanjutan. Program KKN ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga melibatkan guru sebagai mitra strategis dan orang tua siswa untuk mendukung pendidikan karakter di rumah. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan dampak jangka panjang.
Dosen Pembimbing Lapangan untuk program ini adalah I Gde Sandy Satria, S.H., M.H.





