Yogyakarta, JurnalPost.com, 5 Agustus 2024 – Kelompok 33 KKN UMBY melaksanakan salah satu program pengabdian masyarakat mengenai edukasi kesehatan hewan ternak bersamaan dengan sosialisasi pentingnya kesehatan mental. Sosialisasi diadakan pada hari Senin (5/08/2024) di Balai Padukuhan Mojo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.
Kesehatan ternak merupakan isu utama di Gunung Kidul khususnya di Dusun Mojo dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani sekaligus memiliki hewan ternak. Hal ini membuat edukasi kesehatan hewan ternak menjadi sangat penting bagi kelangsungan usaha pertanian dan peternakan. Selain itu, sosialisasi juga mencakup penyuluhan kesejahteraan mental bagi para petani lewat sesi psiko edukasi agar mereka dapat mengelola tekanan dalam pekerjaan sehari-hari dengan lebih baik. Kolaborasi unik tersebut tidak hanya untuk berbagi pengetahuan praktikal kepada para petani mengenai cara merawat hewan ternak dan psikoedukasi, tetapi juga juga diikuti dengan serangkaian acara team building yang bertujuan untuk meningkatkan suasana guyup rukun antar kelompok tani.
Diikuti oleh 16 warga dari perwakilan 6 RT, acara sosialisasi berjalan dengan lancar dan memanen antusisas. Dokter hewan Suhartini sebagai narasumber membagikan materi seputar pencegahan serta pengobatan penyakit yang biasanya menyerang sapi seperti penyakit antraks, radang hati, salmonella, kudis, pink eye dan lain-lain. Peserta juga saling berdiskusi cara penanganan dengan menggunakan obat-obat tradisional. Salah satu penyakit yang disoroti adalah penyakit Antraks mengingat penyakit ini sempat mewabah dan menyerang sapi di salah satu wilayah Gunung Kidul setahun silam. Penyakit antraks sendiri adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri atau kuman antraks (Bacillus Anthracis). Penyakit ini biasanya ditemukan pada hewan berdarah panas seperti hewan sapi, kerbau, babi, kuda, rusa, dan satwa liar lainnya
“Hewan ternak yang telah terkotaminasi antraks, dihimbau untuk tidak disatukan ke wilayah yang bebas antraks. Hewan yang sudah sakit atau mati sangat dilarang untuk disembelih, diolah dan dikonsumsi. Bapak ibu juga harus memerhatikan kualitas daging dan dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi nggih.”
Dokter Suhartini juga menambahkan apabila hewan ternak warga sakit atau mati, warga dihimbau untuk segera melapoor ke dinas kesehatan hewan. “Yang terpenting adalah tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan. Kalo jenengan sakit atau bersentuhan dengan hewan sakit, mohon segera periksa ke rumah sakit.” lanjutnya
Sesi selanjutnya kemudian diikuti dengan acara team building untuk dimana nantinya, warga dibagi menjadi dua kelompok untuk permainan tebak gambar. Perwakilan masing-masing kelompok saling bekerjasama untuk menebak gambar yang disediakan, diiringi gelak tawa peserta.
“Loh saya kira untuk nebak gambarnya itu dikasih petunjuk dengan kata ‘ya, ya, tidak gitu” celetuk peserta antusias.
“Bagus acaranya, terima kasih ya. Semoga kedepannya sukses dan nilainya bagus.” ujar seorang warga setelah sesi sosialisasi berakhir.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga dusun Mojo yang bertani sekaligus beternak dapat lebih memahami kesehatan hewan ternak serta mengambil tindakan nyata untuk saling menjaga serta menciptakan lingkungan yang harmonis,” kata Hendrik, Ketua Kelompok 33 KKN UMBY. “Kami juga berharap dapat memberikan informasi dan dukungan yang dibutuhkan para kelompok tani untuk mencapai hasil yang lebih optimal.” Pungkasnya
Penulis: Angelia





