
Sragen, JurnalPost.com (07/08) – Prevalensi penyakit diabetes melitus saat ini cukup mengkhawatirkan. Data kasus di Indonesia menyatakan bahwa penderita diabetes terus meningkat pesat. Di Kecamatan Sukodono sendiri, pada tahun 2023 tercatat kasus diabetes sebanyak 1038 kasus. Sekitar 8% di antaranya adalah kasus dari Desa Juwok.
Dengan adanya kondisi tersebut, Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro 2023/2024 tergerak untuk menyikapinya. Terkemas dalam “Kenali, Deteksi, dan Cegah Diabetes!”, salah satu mahasiswi Program Studi Kedokteran, Cantika Chairunnisa Rahman, melakukan edukasi kepada masyarakat Desa Juwok.
Kegiatan ini dilaksanakan di RT 01 Dukuh Kedungpring, Desa Juwok pada Rabu (07/08/2024). Masyarakat diajak untuk mengenal apa itu diabetes dan jenis-jenisnya, cara deteksi, gejala, serta cara mencegahnya. Beberapa mitos dan fakta terkait diabetes juga dikupas secara tuntas. Harapannya, masyarakat dapat tergerak untuk mengatasi permasalahan penyakit tidak menular ini secara berkelanjutan.
Tak hanya pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan skrining atau penapisan penyakit tidak menular dengan adanya cek gula darah dan cek tekanan darah. Hal ini dilakukan karena adanya “fenomena gunung es”, yaitu kasus diabetes yang tidak terdeteksi karena tidak dilakukannya pemeriksaan. Dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat tampak tak terbendung. Bahkan beberapa di antara warga bahkan belum pernah melakukan cek kesehatan.

“Terima kasih adik-adik KKN, semoga dapat bermanfaat bagi warga-warga kami, terutama banyak yang belum pernah (cek kesehatan),” ungkap Sumarni, Ibu Lurah Desa Juwok.
Dengan adanya program kerja ini, diharapkan masyarakat lebih menyadari akan kondisi kesehatannya serta lebih mengenali pentingnya mencegah diabetes melitus.
Penulis : Cantika Chairunnisa Rahman 22010121120021 – S1 Kedokteran
Editor : Hendrik A.S.
Lokasi : Rumah Pak Sugiman RT 14 Dukuh Juwok, Desa Juwok, Sukodono, Sragen




