• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

Inovasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Media Tong Komposter dari Bahan Bekas Tong Drum Plastik

PenulisRedaksi
23 Juli 2025
in Berita
A A
0

Sub Kelompok 1
Faiz Nabil Nur L. 1462200173
Erwansyah 1432200131
Moch. Adi Prasetyo 1432200067
Dini Setiyowati 1442200093
Dosen Pembimbing Lapangan
Ricky Alejandro Martin, S. Psi., M. Psi.
Ketua Kelompok KKN R30
Deva Rio Perdana Putrantoko
Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto

Pengolahan Sampah Organik dan Peran Penting Tong Komposter
Masalah sampah organik di Indonesia semakin mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan secara serius. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, sekitar 57% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah taman. Hal yang ironis adalah sebagian besar dari sampah organik ini masih dicampur dengan sampah non-organik dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga mempercepat penumpukan sampah di TPA dan meningkatkan emisi gas rumah kaca seperti metana. Di Desa Pohkecik sendiri salah satu penyumbang utama sampah organik adalah dari rumah tangga, diikuti oleh pasar tradisional, restoran, dan tempat umum lainnya. Dengan menggunakan tong komposter, masyarakat dapat mengolah limbah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dari pertanian menjadi kompos yang berguna. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang kaya nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Mengapa Desa Pohkecik Memerlukan Inovasi Pengolahan Sampah

Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan dan didukung dengan data hasil wawancara dengan para narasumber di Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, salah satu permasalahan yang terdapat pada desa pohkecik adalah pengolahan sampah yang kurang optimal. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam penggolahan sampah membuat sampah organik dan anorganik tercampur dan menumpuk begitu saja, langkah pengurangan jumlah sampah dilakukan dengan cara membakar tumpukan sampah yang telah terkumpul. Namun pembakaran sampah, terutama yang dilakukan secara terbuka dan tidak terkendali, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak utamanya meliputi pencemaran udara, air, dan tanah, serta gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan zat-zat berbahaya.

Inovasi Pengolahan Sampah Menggunakan Tong Komposter
Dari permasalahan di atas kami memutuskan untuk melakukan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Diharapkan nantinya masyarakat mengetahui mana sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dan yang harus diminimalisir penggunaannya. Kemudian dari hasil pemilahan tersebut kami juga memberikan inovasi penggolahan sampah organik dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemui di sekitar kita. Limbah hasil rumah tangga berupa makanan sisa, sayuran sisa, hingga sampah perkebunan berupa ranting dan dedaunan kering dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman dan juga memiliki nilai jual. Melalui langkah ini kami mengharapkan peningkatan kesadaran masyarakat terkait pengelolahan sampah dan inovasi tong komposter dapat mengatasi permasalahan sampah yang telah ada di Desa Pohkecik selama ini. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, kami memberikan 10 salinan buku panduan pembuatan alat komposter ini untuk disebarkan pada setiap dusun yang ada di Desa Pohkecik. Buku panduan ini dapat digunakan warga Desa Pohkecik agar bisa membuat alat komposter ini secara tepat sesuai yang telah didemonstrasikan sebelumnya.

Tantangan dan Harapan
Walaupun pengolahan limbah organik dengan menggunakan tong komposter menawarkan banyak keuntungan, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, edukasi masyarakat menjadi hal yang krusial, karena banyak orang yang belum memahami cara pengolahan limbah organik. Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan yang berkelanjutan sangat diperlukan. Selain itu, ada juga persepsi negatif di kalangan sebagian orang yang merasa jijik atau skeptis terhadap proses pengolahan limbah organik. Mengubah pandangan ini melalui informasi yang akurat dan contoh yang nyata sangatlah penting. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), saya melihat potensi besar dalam penerapan tong komposter di Desa Pohkecik. Saya berharap program ini tidak hanya berlangsung selama KKN, tetapi juga dapat menjadi inisiatif jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Penutup
Pengelolaan limbah organik melalui penggunaan tong komposter bukan hanya merupakan solusi jangka pendek, melainkan juga sebuah inovasi yang signifikan dalam menangani masalah limbah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya semangat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Pohkecik berpotensi menjadi model desa mandiri dalam pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.

Bagikan135MengirimTweet84BagikanPrint PDF

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.