• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

Inovasi Bina Olah Sampah, Kelompok KKN-T IPB Berikan Penyuluhan Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Maggot dan Pembuatan Pakan Ikan Di Desa Rancamaya

PenulisRedaksi
29 Juli 2024
in Berita
A A
0

JurnalPost.com – Rancamaya, Cilongok | Kelompok KKN-T IPB University memberikan penyuluhan dan demonstrasi mengenai potensi maggot dalam mengurai dan mengurangi akumulasi sampah organik dari hasil rumah tangga. Penyuluhan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Juli 2024, di Balai Desa Rancamaya dan dihadiri oleh 15 partisipan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Para peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan ini.

Dalam rangka menghadapi permasalahan lingkungan akibat tidak tersedianya tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Desa Rancamaya, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB memperkenalkan program budidaya maggot sebagai solusi efektif. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah dan mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Krisis sampah organik yang semakin meningkat di desa ini menjadi latar belakang pentingnya program ini. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Program Budidaya Maggot merupakan inovasi menarik yang menggunakan tahap awal dari siklus kehidupan lalat hitam (Black Soldier Fly). Maggot ini sangat efektif dalam menguraikan bahan organik. Dengan mencerna dan mengubah limbah organik menjadi larva yang kaya nutrisi, maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak atau pupuk organik. Hal ini memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Program KKN-T Inovasi IPB di Desa Rancamaya melibatkan masyarakat RW 01 hingga 04, terutama pemilik tambak ikan, pemilik warung, dan pemuda yang memiliki potensi limbah organik yang cukup besar. Limbah seperti sisa ikan, sayuran, dan bahan organik lainnya menjadi fokus utama pengumpulan. Tahapan program KKN-T meliputi pengumpulan sampah organik yang akan diolah oleh maggot.

Masyarakat dapat mengumpulkan limbah organik yang berasal dari limbah rumah tangga dan limbah toko buah yang ada di sekitar desa. Maggot diberi makan dengan limbah organik, dan mereka mengubahnya menjadi larva yang bernutrisi tinggi. Maggot yang sudah berusia 14 hari dapat langsung ditebar ke kolam ikan atau hewan ternak. Selain itu, maggot dapat diolah terlebih dahulu dengan proses penyangraian menggunakan pasir sangrai untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Penyuluhan ini juga mencakup demonstrasi langsung mengenai cara budidaya maggot, mulai dari persiapan tempat, pemilihan bahan organik yang tepat, hingga teknik pemeliharaan maggot agar hasil yang didapat maksimal. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan dan demonstrasi, mengingat potensi manfaat yang besar bagi lingkungan dan ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program ini.

Manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Rancamaya dari program ini antara lain adalah pengurangan volume sampah organik yang harus diangkut keluar desa. Pengurangan ini tentu saja bisa menghemat biaya transportasi dan penanganan sampah. Selain itu, larva maggot yang dihasilkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Larva maggot dapat dijual sebagai pakan ternak atau sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian setempat.

Program ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah yang tidak berguna sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi. Hal ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat mengenai sampah organik.

Bapak Sudirno, salah satu warga Desa Rancamaya, menyampaikan, “Adanya maggot ini sebagai ciptaan Tuhan yang sangat membantu. Namun, bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijaksana adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga program budidaya maggot ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Desa Rancamaya. Mari kita bersama-sama menjaga keberlanjutan dan kebersihan lingkungan kita.”

Para mahasiswa KKN-T Inovasi IPB berharap program ini bisa terus berlanjut dan diaplikasikan oleh masyarakat Desa Rancamaya. Mereka juga berharap bahwa desa-desa lain bisa terinspirasi untuk menerapkan program serupa. Dengan demikian, masalah sampah organik bisa ditangani dengan lebih efektif di berbagai wilayah.

Selain itu, program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis pengolahan maggot. Dengan demikian, selain mengatasi masalah lingkungan, program ini juga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Rancamaya. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program KKN-T Inovasi IPB dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis: Abdullah Fathi Farhat dan Faishal Ahmad Arbi, KKN-T IPB

Bagikan135MengirimTweet85BagikanPrint PDF

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.