Surakarta, JurnalPost.com -Kelompok Rekognisi KKN magang mandiri UNS solo memamerkan video animasi di Pameran Museum Keliling di Taman Balekambang. (25/5/2025)
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Balekambang, Kota Surakarta. kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Mahasiswa magang UNS Surakarta yang beranggotakan tiga orang dengan Museum Radyapustaka.
Mahasiswa Magang telah melaksanakan Program Magang di Museum Radyapustaka sejak 11 Maret 2025 hingga 26 Juni 2025. kelompok magang mahasiswa membawa beberapa program kerja sebagai bentuk implementasi dan kontribusi kepada masyarakat terkait bidang kesejarahan.


Program kerja yang telah dilakukan meliputi, Digitalisasi Arsip, pembuatan Narasi Infografis Koleksi Museum, Praktik memandu Wisata, dan pembuatan video dubbing Animasi Sri Sadana untuk keperluan Pameran Museum keliling.
Proses kegiatan pembuatan video dimulai sejak awal bulan Mei. Mahasiswa magang Bersama staff teknis Museum melakukan Brainstorming tentang tema yang akan digunakan, selanjutnya dilakukan proses pembuatan karakter yang sesuai dengan zamannya. Proses dilanjutkan dengan melakukan penyesuaian latar belakang video. Mahasiswa magang Bersama staff teknis museum melakukan proses finalisasi berupa dubbing dan editing video.

Video yang dibuat oleh kelompok magang mahasiswa UNS mengambil kisah folklore Sri Sadana. Mengkisahkan dewi Sri dan raden Sadana yang melakukan perjalanan, perjalanan ini dilakukan oleh dewi Sri untuk mencari raden Sadana yang diusur oleh ayahnya Sri Maharaja Punggung. Dalam perjalannya dewi Sri bertemu dengan rakyat kecil dan memberikan nasehat-nasehat. Kisah Dewi Sri dan raden Sadana ini merupakan simbolisasi pada patung Roro Blonyo yang identik dengan kebudayaan Jawa, dimana patung tersebut merupakan salah satu koleksi museum Radyapustaka milik KRA Sosrodiningrat IV.
Pada pelaksanaan Pameran Museum keliling, kelompok magang Mahasiswa turut serta dalam proses edukasi kepada masyarakat. Mahasiswa Magang menunjukan secara langsung bagaimana pentingnya belajar sejarah melalui Koleksi museum benda tertulis dan tak tertulis.

Masyarakat juga diajak untuk mengetahui dan menghayati nilai Tradisi lisan berupa folklore yang berkembang pada zaman dahulu, Mahasiswa magang menekankan adanya nilai-nilai penting dalam kisah-kisah dongeng yang memberikan representasi kehidupan pada masa purwacarita yang nilai luhurnya masih sangat penting hingga saat ini agar tidak dilupakan oleh generasi mendatang.





