Aceh Tamiang, JurnalPost.com – Limbah ikan yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata bisa diubah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi tanaman. Inilah yang menjadi fokus pelatihan yang digelar oleh Tim Dosen dari Universitas Samudra (Unsam) di Desa Telaga Meuku II, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Pelatihan ini bertajuk “Pemanfaatan Limbah Ikan sebagai Agroactivator: Pupuk Organik Cair Berbasis Mikroorganisme Lokal”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang di Ketuai oleh Ratna Lestari, S.Si., M.Si, bersama anggota tim Sara Gustia Wibowo, S.Si., M.Si, dan T. Andi Fadlly, S.T., M.Si dengan melibatkan mahasiswa Vanny Rizki Amalia dan Tiara Rahayu. Pelatihan yang diselenggarakan pada 28 Juli 2025 ini mendapat sambutan baik dari Datok Desa Telaga Meuku II, Ikhwanuddin, S.E., yang melihatnya sebagai kolaborasi positif antara akademisi dan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan saat Tim menyampaikan permohonan izin dan melakukan survey lokasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang manfaat pupuk organik, lalu dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan POC. Para petani dan warga terlihat sangat antusias. Mereka diajarkan cara mengolah limbah ikan menjadi ‘agroactivator’ dengan bantuan mikroorganisme lokal (MOL). Menariknya, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan POC ini sangat mudah didapat, seperti limbah ikan (kepala, isi perut, sisa tulang), terasi, nenas, molase/gula merah cair, EM4, air kelapa dan air bersih. Pupuk hasil fermentasi ini tidak hanya bisa meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya terus naik.
Ketua tim, Ratna Lestari, berharap pelatihan ini bisa mendorong kemandirian petani. “Kami ingin masyarakat punya keterampilan baru agar bisa memproduksi pupuk sendiri. Selain itu, ini juga cara kita bersama-sama untuk menjaga lingkungan dari pencemaran,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan program Kampus Merdeka yang mendorong perguruan tinggi untuk aktif menyelesaikan masalah nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan pengelolaan lingkungan.

Syahridha, sebagai Ketua Kelompok Tani Tunas TM2, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat terbantu. Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami bahwa limbah yang tadinya tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan hemat biaya,” kata Syahridha. Berkat bimbingan tim dosen Universitas Samudra (Unsam), limbah ikan yang tadinya hanya dibuang kini berhasil “disulap” menjadi pupuk organik cair (POC) yang efektif dan ramah lingkungan.





