JurnalPost.com – Dalam semangat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen-dosen dari Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk pelatihan bertema teknologi robotika dan manajemen rantai pasok. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, bertempat di SMK 10 Nopember Jakarta, dan diikuti oleh puluhan siswa.
Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan teknis, pemahaman sistem industri, serta daya inovatif para siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi industri 4.0. Dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ir. Silvi Ariyanti, M.Sc., Bonitasari Nurul Alfa, S.T., M.M., M.Sc., Puspita Dwi Widayat, S.T., M.T., Diah Utami, S.T., M.T., dan Adizty Suparno, S.T., M.T. Kelimanya berkolaborasi menyampaikan rangkaian materi yang saling melengkapi dan dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa tingkat SMK.
Selama pelatihan, para siswa dikenalkan pada konsep dasar robot inline, yaitu sistem robotik yang digunakan dalam lini produksi untuk menunjang proses manufaktur otomatis. Siswa diajak memahami bagaimana struktur robot bekerja, serta melakukan simulasi perakitan secara sederhana untuk melatih ketelitian, koordinasi visual-motorik, dan kemampuan berpikir logis. Simulasi ini juga membuka wawasan siswa tentang pentingnya sistem produksi yang efisien dan berstandar industri.
Pelatihan juga mencakup pengenalan aplikasi teknologi robot dalam logistik dan distribusi sebagai bagian dari manajemen rantai pasok (supply chain). Para peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana industri saat ini memanfaatkan robot untuk mengoptimalkan aliran barang, menyederhanakan proses pemuatan dan penyimpanan, serta meningkatkan efisiensi operasional dalam gudang pintar. Dalam sesi ini, siswa diajak berpikir sistematis mengenai keterhubungan antara teknologi, efisiensi distribusi, dan keberlanjutan operasional sebuah sistem industri.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan perangkat lunak simulasi yang umum digunakan dalam pengembangan robot industri. Melalui sesi yang dipandu langsung oleh para dosen, siswa belajar merancang alur kerja robot menggunakan pendekatan digital. Dengan simulasi ini, mereka mampu melihat langsung bagaimana jalur produksi dapat diatur secara otomatis dan terukur, serta bagaimana teknologi informasi diintegrasikan dalam sistem manufaktur modern.
Robotika sendiri merupakan bidang yang sangat strategis dalam dunia pendidikan dan industri yang mencerminkan perpaduan antara kreativitas, logika, dan teknologi. Pembelajaran robotika sejak dini akan sangat membantu siswa dalam membentuk pola pikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala SMK 10 Nopember Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran di sekolah kejuruan memang seharusnya diperkuat dengan kegiatan praktik langsung yang relevan dengan dunia industri. “Kegiatan pelatihan dari Universitas Mercu Buana ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kerja masa depan. Tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga membangun semangat dan orientasi siswa terhadap inovasi teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Suasana kelas berlangsung semarak, dipenuhi dengan diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Para siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap teknologi robotika, terlebih setelah melihat bagaimana robot-robot bekerja dalam dunia industri secara nyata melalui tayangan simulasi. Mereka juga terlibat aktif dalam menyusun alur kerja logistik digital dan mendiskusikan kemungkinan penerapan teknologi ini di sektor industri di Indonesia.
Dengan suksesnya kegiatan ini, Universitas Mercu Buana berharap dapat terus menjalin kerja sama dan sinergi dengan SMK maupun institusi pendidikan menengah lainnya, dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki semangat inovatif yang kuat. Ke depan, kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini akan terus diperluas jangkauannya dengan pendekatan yang semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.





