Oleh: Zaki Musthofa, Akhmad Wildan Nur Hakim, Agus Tri Hanafil Mabrur, M. Adimas Dewangga Saputra
Pacet, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah melaksanakan kegiatan pengembangan teknologi tepat guna berupa aplikasi pencatatan air berbasis Flutter dan Firebase di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung proses digitalisasi layanan publik yang dikelola oleh BUMDes setempat, khususnya dalam manajemen data pelanggan dan pencatatan penggunaan air bersih.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 13 Juli hingga 24 Juli 2025, dan melibatkan perangkat desa, serta petugas BUMDes. Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan petugas melakukan pencatatan meteran air secara digital dengan cara memindai stiker barcode yang telah ditempel di rumah pelanggan. Data yang dicatat secara otomatis tersimpan dalam sistem cloud Firebase.
Program pengembangan sistem informasi ini dirancang langsung oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik Program Studi Informatika dan Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sastra Inggris. Aplikasi ini mendukung login multi-role, manajemen data pelanggan, pencatatan pemakaian air, dan pengaturan tarif dinamis. Selain itu, tim KKN juga melakukan pelatihan penggunaan aplikasi kepada petugas BUMDes untuk memastikan sistem dapat langsung digunakan secara mandiri.
Kegiatan pelatihan teknis dilaksanakan di ruang kerja BUMDes dengan memanfaatkan fasilitas laptop, smartphone, dan koneksi internet lokal. Pelatihan berlangsung dengan metode praktik langsung, simulasi pencatatan air, dan sesi tanya jawab yang interaktif. Para petugas merasa terbantu dengan hadirnya sistem ini karena mampu mempercepat proses kerja dan menghindari kesalahan input yang biasa terjadi pada sistem manual.
Dengan suksesnya kegiatan ini, BUMDes Pacet berencana untuk menjadikan sistem aplikasi tersebut sebagai alat utama pencatatan pelanggan air mulai bulan depan. Selain itu, pihak BUMDes juga menyampaikan harapan agar aplikasi ini kedepannya dapat dikembangkan dengan fitur tambahan seperti cetak laporan dan sistem notifikasi tagihan.
Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam menerapkan teknologi tepat guna untuk pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data digital.





