
JurnalPost.com – Pada tanggal 29 juli 2024 Mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 105 gelombang 2 semester genap tahun 2023/2024 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai sex education di SDN 3 Talang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para orang tua/wali murid mengenai pentingnya pendidikan seksual sejak dini untuk anak-anak.
Mahasiswa-mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Nadia Humaerah selaku koordinator kelompok, serta dua anggota kelompok lainnya, yaitu Ratu Balqis dan Faticha Berliani. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UMM yang berkomitmen dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai dengan hasil penelitian yang telah mereka pelajari di bangku kuliah.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang bertujuan untuk membawa hasil-hasil penelitian tersebut lebih dekat kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menjelaskan berbagai topik penting terkait sex education, termasuk bagaimana cara orang tua dapat membimbing anak-anak mereka dalam memahami tubuh mereka sendiri, pentingnya menjaga privasi, serta cara-cara mencegah dan melaporkan pelecehan seksual.
Kepala Sekolah SDN 3 Talang, Suwoko S.Pd menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa UMM. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa dari UMM yang telah memberikan edukasi penting ini kepada para orang tua. Topik mengenai sex education memang sering kali dianggap tabu, namun dengan adanya sosialisasi seperti ini, kami berharap para orang tua dapat lebih terbuka dan siap untuk mendampingi anak-anak mereka dalam memahami hal-hal penting terkait pendidikan seksual,” ujar beliau.
Kepala Desa Talang, Asmungi juga turut memberikan tanggapannya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini yang melibatkan masyarakat langsung. Ini adalah langkah yang sangat positif. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata beliau.

Antusiasme dari para orang tua/wali murid terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam mendengarkan materi sosialisasi yang dibawakan oleh mahasiswa PMM. Mereka mengakui bahwa pendidikan seksual sering kali menjadi topik yang tabu, namun sangat penting untuk diajarkan agar anak-anak dapat tumbuh dengan pemahaman yang benar mengenai tubuh mereka dan relasi sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua/wali murid memiliki bekal yang cukup untuk mendampingi anak-anak mereka dalam masa pertumbuhan, khususnya dalam hal pendidikan seksual yang benar dan sesuai dengan usia mereka. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan di berbagai sekolah lain, sehingga semakin banyak orang tua yang teredukasi mengenai pentingnya sex education bagi anak-anak mereka.




