JurnalPost.com – Dusun Sampang merupakan salah satu dusun yang berada di wilayah pedesaan dengan potensi alam yang cukup melimpah, terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan. Mayoritas warga di dusun ini menggantungkan mata pencahariannya pada sektor agraris, khususnya melalui kegiatan perkebunan yang telah berlangsung secara turun-temurun. Perkebunan warga di Dusun Sampang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, baik secara perorangan maupun dalam kelompok-kelompok kecil berbasis kekeluargaan.
Permasalahan yang sedang dihadapi oleh mitra adalah sebagian besar warga masih melakukan penyiraman secara manual sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan kehadiran langsung setiap hari. Selanjutnya, ketergantungan pada cuaca di musim kemarau, tanaman masih sering kekurangan air karena tidak adanya sistem penyiraman yang teratur. Selain itu banyak warga yang bekerja di luar rumah/lahan, sehingga tidak sempat menyiram tanaman secara rutin, terutama di kebun pekarangan atau pertanian kecil.
Solusi yang diberikan oleh mahasiswa KKN yaitu, menawarkan teknologi tepat guna berupa alat penyiraman otomatis berbasis mikrokontroler arduino. Alat ini dirancang untuk mengotomatisasi proses penyiraman tanaman dengan memanfaatkan sensor kelembaban tanah dan pengontrol elektronik sederhana. Dengan teknologi ini, penyiraman dapat dilakukan secara otomatis berdasarkan kebutuhan air tanaman, tanpa perlu keterlibatan langsung dari warga setiap harinya.
Kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa memberikan dampak positif bagi mitra, khususnya dalam membantu mengatasi permasalahan penyiraman tanaman yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan adanya alat penyiraman otomatis berbasis mikrokontroler Arduino, warga tidak lagi perlu meluangkan waktu dan tenaga setiap hari untuk menyiram tanaman. Sistem ini bekerja secara otomatis berdasarkan kelembaban tanah atau jadwal yang ditentukan, sehingga tanaman tetap mendapatkan air secara teratur, terutama saat musim kemarau.
Penerapan alat ini juga dapat menjadi contoh konkret penerapan teknologi tepat guna yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat pedesaan, sehingga mendorong semangat inovasi lokal. Dengan sistem otomatis ini, warga tidak perlu lagi mengandalkan penyiraman manual yang memakan waktu dan tenaga, terutama bagi petani yang memiliki lahan cukup luas atau kesibukan lain di luar bertani. Ke depan, alat ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut, seperti menambahkan fitur pemantauan berbasis aplikasi atau tenaga surya untuk meningkatkan efisiensi energi. Penggunaan teknologi ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi langkah awal menuju pertanian berbasis digital di pedesaan
Oleh: Sandi Bagus Tri Iswanto, Fishell Aurora, Tin Qadriana Anaway Rindi, Antonius Nicholas R.Y, Nira Galuh Paramitha
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya





