Jember, JurnalPost.com – Semangat pemberdayaan ekonomi perempuan semakin menguat di Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Melalui wadah Perempuan Rejoagung Berdaya (PRB), kelompok ibu-ibu desa kini mendapatkan pendampingan khusus dari tim dosen Universitas Ciputra Surabaya.
Yang menarik, pendampingan ini merupakan hasil kolaborasi dua bidang ilmu berbeda, yaitu Teknologi Pangan dan Ilmu Komunikasi. Tim dosen terdiri dari Fransisca Romana Titis Suniati, S.TP., M.Sc. (ketua) serta Prof. Dr. Ir. Nyoman Puspa Asri, M.S. dari Teknologi Pangan, dan Dr. Hilda Yunita Wono, S.I.Kom., M.Med.Kom., CIQaR., CCP dari Ilmu Komunikasi.
Foto bersama Tim bersama Koordinator UMKM Jamu PRB
Program yang berlangsung Juli hingga September 2025 ini didanai melalui hibah Kementerian Sains dan Teknologi (Kemensaintek). Fokus kegiatan adalah meningkatkan kualitas usaha mikro berbasis potensi lokal. Para ibu-ibu PRB didampingi untuk memperbaiki produksi tempe, bandeng presto, dan jamu tradisional agar lebih higienis, tahan lama, dan sesuai kebutuhan pasar.
Selain aspek produksi, tim juga memperkuat kapasitas manajemen usaha. Peserta diajak memahami pencatatan keuangan sederhana sehingga arus kas usaha lebih transparan. Dari sisi komunikasi, mereka belajar branding, storytelling produk, hingga promosi digital melalui media sosial. Dengan begitu, produk lokal tidak hanya laku di pasar desa, tetapi juga punya peluang menembus pasar yang lebih luas.
Bantuan beberapa alat masak serta rak untuk UMKM produksi tempe
Ketua tim, Fransisca Romana Titis Suniati, menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin ini penting untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Kami melihat potensi besar pada ibu-ibu PRB. Dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa mengembangkan usaha yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Hilda Yunita Wono menambahkan, komunikasi menjadi kunci agar produk UMKM dapat bersaing. “Kami memberikan materi seputar strategi branding dan pemasaran digital, karena sekarang konsumen banyak mencari informasi melalui platform online,” jelasnya.
Program ini disambut antusias oleh para anggota PRB. Salah satu peserta mengaku sangat terbantu, terutama dalam memahami cara mengelola keuangan usaha kecil. “Biasanya uang usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga. Sekarang kami belajar cara memisahkannya agar lebih jelas,” tuturnya.
Pemberian Food Dehydrator bagi UMKM Banteng Presto
Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi akademisi dengan masyarakat desa mampu menciptakan dampak nyata. Tim dosen berharap PRB bisa menjadi role model pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas, yang kelak dapat direplikasi di desa-desa lain.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda