JurnalPost.com - Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji merupakan sebuah tempat kecil di kota Batu dengan ketinggian 1034 mdpl. Dusun ini memiliki banyak tanaman hijau seperti pohon pinus, bambu, kopi, alpukat, pisang, dan beberapa jenis perdu seperti cabe, tomat, brokoli, wortel, kubis, labu siam, dan sebagainya. Dusun Brau ini terdiri atas Dusun Brau atas (ketinggian 1034 m dpl) dan Dusun Brau Bawah (ketinggian 974 m dpl). Kondisi Geografis dusun Brau ini merupakan tempat ideal untuk budidaya sapi perah.
Hasil utama adalah susu, yang diperah dua kali sehari dan disetorkan pada koperasi setempat. Dusun Brau merupakan penghasil susu dengan kualitas terbaik. Menurut Ibrahim [1] jumlah penduduk di dusun tersebut lebih sedikit dibandingkan populasi sapi perahnya. Hasil utama budidaya sapi perah adalah produk susunya, dengan salah satu hasil samping berupa limbah peternakan yaitu kotoran sapi. Kotoran sapi ini dimanfaatkan untuk pupuk tanaman maupun bahan bakar Biogas, namun kotoran sapi tersebut tidak diproses terlebih dahulu sehingga nilai ekonominya kecil.
Pada tahun 2023, tim PKM dari Program Studi S1 Kimia Unesa telah melatihkan kepada warga usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi kotoran sapi dengan menjadikannya pupuk cair. Pupuk cair ini memiliki kelebihan dibandingkan pupuk padat karena dibuat dari mineral terlarut yang dapat disemprotkan langsung dan mudah diserap dengan cepat. Selama satu tahun ke belakang, hasil pembuatan pupuk cair digunakan oleh warga untuk sawah atau kebun mereka.
Pada tahun 2024, tim PKM memberikan pelatihan tentang manajemen usaha untuk produksi pupuk cair yang dihasilkan, dalam bentuk cara pengemasan dan pemberian label yang menarik sehingga produksi pupuk cair yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi lebih jika dipasarkan. Sebelum sampai pada tahap pemasaran, kualitas pupuk tersebut perlu diuji, terutama terkait komposisi unsur-unsur haranya yang harus sesuai dengan ketentuan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dokumentasi kegiatan: peserta PKM dilatih mengukur pH pupuk cair menggunakan pH meter dan kertas pH
Dalam pengabdian masyarakat tahun 2025 ini tim PKM yang diketuai oleh Dr. Maria Monica, M.Si. dan anggota Prof. Dr. Pirim Setiarso, M.Si., Mirwa Adiprahara Anggarani, S.Si., M.Si., Nur Hayati, S.Si., M.Si., Samik, S.Si., M.Si., Dr. Muhammad Ikhlas Abdjan, M.Si., Apt. Fani Deapsari, S. Farm, M. Farm., melakukan pelatihan mengenai standarisasi kualitas pupuk cair yang dihasilkan warga di dusun Brau desa Gunungsari tersebut pada tanggal 20 Juli 2025. Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa Program Studi S1 Kimia Unesa yakni Aryansyah Tri Wibowo dan Davina Gladys Javanesha. Standarisasi kualitas pupuk cair yang dilakukan pada pengabdian kali ini meliputi pemberian pelatihan kepada warga setempat, bagaimana melakukan pengukuran pH menggunakan pH meter dan juga menggunakan kertas pH. Respon peserta yang umumnya terdiri dari petani pupuk dan bunga, sangat positif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda