JurnalPost.com - Dosen Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperkenalkan inovasi plester herbal berbahan tanaman lokal kepada masyarakat Desa Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pembuatan plester herbal sebagai alternatif perawatan luka mandiri.
Pelatihan bertajuk Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Lugusari melalui Pelatihan Pembuatan Plester Herbal sebagai Alternatif Perawatan Luka Mandiri ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2026. Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi-17 Teknik Biomedis ITERA Tahun 2026.
Penyerahan aset (Alat dan Bahan)
Pelatihan diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Lugusari dan dihadiri PJ. Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal sebagai bahan baku produk perawatan luka yang bernilai guna.
Ketua tim PkM, Endah, M.Biotech., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi keilmuan Teknik Biomedis melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan masyarakat. Menurutnya, pengembangan wound dressing atau balutan luka berbasis biomaterial menjadi salah satu inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan Pelatihan
"Melalui kegiatan ini kami memanfaatkan biomaterial berbahan dasar pati singkong yang dipadukan dengan tanaman herbal lokal seperti kunyit, umbi dewa, dan sambiloto. Harapannya, masyarakat dapat mengenal sekaligus mengembangkan alternatif produk perawatan luka dari potensi yang ada di sekitar mereka," ujar Endah.
Pada sesi awal pelatihan, peserta memperoleh edukasi mengenai prinsip dasar perawatan luka dan pengenalan biomaterial. Tim PkM juga menjelaskan potensi tanaman herbal lokal, seperti kunyit, umbi dewa, dan sambiloto, yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan plester herbal.
Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan plester herbal secara langsung, mulai dari proses pengolahan bahan, penyusunan formulasi, pencetakan, hingga pengemasan produk. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pendampingan dosen dan mahasiswa KKN Teknik Biomedis ITERA sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan produksi.
Pelaksanaan Pelatihan
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi dan penyimpanan produk. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan memanfaatkan tanaman herbal lokal, tetapi juga memahami prinsip dasar pengolahan produk biomaterial yang aman dan berkualitas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim PkM menyerahkan hibah berupa peralatan dan bahan kepada Desa Lugusari. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melanjutkan produksi plester herbal secara mandiri serta mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal.
Tim PkM dan PJ Kepala Pekon
PJ. Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program PkM Itera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan, tetapi juga menyediakan sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan selesai.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, tetapi juga meninggalkan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan kegiatan di desa," ujar Adi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda