Bondowoso, JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) melaksanakan kegiatan Pendampingan Branding Komunikasi dan Literasi Digital Marketing untuk Penguatan Identitas Wisata Kampung Kopi Kluncing Bondowoso pada 17–18 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Rest Area Kampung Kopi Kluncing yang berlokasi di Jalan Kawah Ijen, Pondok Jeruk, Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Latif Ahmad Fauzan dan Zahrotul Munawwaroh sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas destinasi wisata berbasis kopi melalui pengembangan strategi komunikasi dan pemasaran digital.
Kampung Kopi Kluncing merupakan salah satu kawasan wisata kopi yang memiliki potensi besar karena mengelola komoditas kopi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas budidaya, pengolahan, hingga penyajian kopi, tetapi juga telah menjadi destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski memiliki potensi yang kuat, Kampung Kopi Kluncing masih menghadapi sejumlah tantangan dalam aspek branding. Hingga saat ini, kawasan tersebut belum memiliki identitas visual yang memadai, seperti signage sebagai penunjuk kawasan wisata, serta tingkat brand awareness yang masih perlu diperkuat agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Selama dua hari pelaksanaan, tim pengabdian memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada 20 peserta yang terdiri atas warga lokal, mulai dari roaster, pengelola kopi, penjual kopi, hingga generasi muda yang turut mengelola usaha kopi keluarga. Pendekatan pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung agar peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Materi pelatihan difokuskan pada penguatan branding komunikasi, meliputi pentingnya keberadaan signage sebagai identitas kawasan, desain dan fungsi kemasan (packaging) sebagai media komunikasi merek, serta penyusunan buku menu yang menarik dan informatif. Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan literasi digital marketing yang mencakup optimalisasi Instagram Business, WhatsApp Business, serta pemanfaatan platform e-commerce sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran produk kopi. Berdasarkan hasil survei awal dan diskusi bersama peserta, kebutuhan pelatihan di bidang peningkatan literasi keuangan, khususnya terkait pembukuan usaha, pengelolaan keuangan, serta pemahaman mengenai skema pembiayaan dan pinjaman perbankan. Topik tersebut dinilai penting mengingat sebagian pelaku usaha kopi di kawasan tersebut memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usahanya. Sehingga, selain pelatihan branding dan digital marketing, pelatihan ini juga diisi materi literasi keuangan.
Ketua tim pengabdian, Latif Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa penguatan identitas merek menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata kopi. Menurutnya, kualitas produk yang baik perlu didukung dengan komunikasi merek yang kuat agar mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif dan keterlibatan mereka dalam setiap sesi pendampingan.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Masyarakat Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur berharap Kampung Kopi Kluncing semakin memiliki identitas wisata yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha kopi secara berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda