Tasikmalaya, JurnalPost.com — Kabupaten Tasikmalaya resmi menyandang predikat sebagai Kabupaten Pramuka. Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di kawasan Objek Wisata Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kamis (10/9/2026).
Penetapan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam pendidikan karakter, pengabdian sosial, serta pembangunan masyarakat.
Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, para camat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting, Ketua Kwartir Ranting, Mabigus, pembina, serta anggota Pramuka dari golongan Penggalang, Penegak hingga Pandega.
Perwakilan Kwartir Nasional (Kwarnas) dan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat juga hadir dalam momentum tersebut. Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Mayjen TNI (Purn.) Toto Siswanto, S.I.P., M.M., hadir mewakili Ketua Kwarnas, sementara Kwarda Jawa Barat diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan defile dari 27 Kampung Pramuka. Masing-masing kampung menampilkan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari kekayaan alam, kreativitas masyarakat hingga produk usaha mikro, kecil dan menengah.
Defile tersebut memperlihatkan arah pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya yang tidak hanya berpusat pada aktivitas di sekolah, tetapi juga mulai terhubung dengan kehidupan masyarakat dan potensi di masing-masing wilayah.
Nuansa berbeda turut terlihat dalam pelaksanaan upacara. Petugas pembaca Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta Dasa Darma Pramuka menggunakan sepeda ontel ketika menjalankan tugas.
Kabupaten Pramuka Harus Hadir Lewat Program Nyata
Dalam sambutannya, Bupati Cecep menegaskan bahwa predikat Kabupaten Pramuka bukan sekadar nama ataupun simbol seremonial.
Ia meminta agar penetapan tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program yang terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kabupaten Pramuka harus menjadi sebuah gerakan bersama yang diwujudkan melalui program nyata, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Cecep.
Menurut dia, Gerakan Pramuka mempunyai posisi strategis untuk membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun lingkungan.
Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan Pramuka dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, penghijauan, kebersihan, pemberdayaan masyarakat hingga penataan ruang publik.
Cecep juga mendorong agar program kepramukaan di tingkat desa dapat berjalan searah dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.
“Saya selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang akan mendorong agar program-program kepramukaan di tingkat desa dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap peresmian Kabupaten Pramuka dapat menjadi titik awal untuk memperluas kontribusi Gerakan Pramuka dalam kehidupan masyarakat.
Semangat kepramukaan, menurutnya, harus mampu membentuk masyarakat yang berkarakter, mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
“Peresmian bukan slogan, tapi gerakan bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tasik yang adil dan makmur,” tegasnya.
Pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh unsur Gerakan Pramuka diharapkan terus menjaga kolaborasi agar predikat Kabupaten Pramuka tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya sampai ke tingkat desa.
Kwarnas Apresiasi Kabupaten Tasikmalaya
Apresiasi atas peresmian Kabupaten Pramuka turut disampaikan Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Mayjen TNI (Purn.) Toto Siswanto.
Mewakili Ketua Kwarnas, Toto menilai langkah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting bagi perkembangan Gerakan Pramuka di daerah.
“Kita menyaksikan momentum bersejarah di Kabupaten Tasikmalaya dengan diresmikannya sebagai Kabupaten Pramuka. Saya sangat mengapresiasi,” ujarnya.
Menurut Toto, tantangan yang akan dihadapi generasi muda semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, Gerakan Pramuka harus mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus tempat menempa ketangguhan generasi muda.
“Semoga Gerakan Pramuka tidak hanya belajar, tapi mampu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. Kita harus maknai agar Pramuka bisa hidup dan berdampak nyata,” katanya.
Ia berharap Kabupaten Tasikmalaya mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, tangguh dan siap mengambil peran dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga dari Tasikmalaya lahir generasi-generasi tangguh yang mampu menjadi generasi emas di tahun 2045,” tuturnya.
Diperkuat Peraturan Bupati dan Prasasti
Penetapan Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Pramuka kemudian diperkuat melalui penandatanganan Peraturan Bupati serta prasasti Kabupaten Pramuka oleh Bupati Tasikmalaya.
Prosesi tersebut dilanjutkan dengan ikrar ungkap rasa yang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda