Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dindik Jatim Inisiasi Gerakan “Murid Menjemput Sejarah”, Pelajar Belajar Langsung dari Veteran

Dindik Jatim Inisiasi Gerakan “Murid Menjemput Sejarah”, Pelajar Belajar Langsung dari Veteran

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
16 Agustus 2026, 12.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dindik Jatim
SURABAYA, JurnalPost.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menginisiasi gerakan inspiratif bertajuk “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka”. Gerakan yang berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 tersebut mengajak para pelajar mengenal perjuangan dan memaknai kemerdekaan secara langsung melalui pertemuan dengan veteran maupun keluarga pejuang di daerah masing-masing. Program ini melibatkan SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para murid bersama guru melakukan anjangsana ke rumah veteran dan keluarga pejuang untuk mendengarkan kisah perjuangan sekaligus menggali pesan kemerdekaan bagi generasi muda. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pembelajaran sejarah tidak hanya diperoleh melalui buku, upacara, maupun materi di ruang kelas. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan dari buku pelajaran, upacara, atau cerita di ruang kelas. Kami ingin mereka datang langsung, duduk bersama para veteran dan keluarga pejuang, mendengar kisahnya, melihat keteladanannya, dan memahami bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa,” ujar Aries, Sabtu (15/8/2026).

Setiap Sekolah Kunjungi Veteran atau Keluarga Pejuang

Konsep gerakan “Murid Menjemput Sejarah” dibuat sederhana. Setiap sekolah diarahkan mengunjungi sedikitnya satu veteran atau pejuang kemerdekaan maupun keluarganya. Selain melakukan anjangsana, para murid membawa bingkisan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan. Namun, Aries menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan menjadi tujuan utama kegiatan. “Sembako, selimut maupun tali asih yang dibawa murid sebenarnya bukan tujuan utamanya. Yang paling penting adalah menghadirkan rasa hormat, kepedulian dan terima kasih generasi hari ini kepada para pejuang,” katanya. Menurut Aries, semangat perjuangan pada masa sekarang harus diterjemahkan sesuai tantangan yang dihadapi generasi muda. Perjuangan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi melalui pendidikan, prestasi, kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta memberi kontribusi positif bagi bangsa. “Kami ingin menanamkan kepada murid bahwa mengisi kemerdekaan sekarang tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, memiliki kepedulian sosial, serta memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Veteran Titipkan Pesan Kemerdekaan kepada Generasi Muda

Setiap kunjungan juga menghasilkan dokumentasi berupa pesan kemerdekaan dari veteran kepada generasi muda. Pesan tersebut dapat disampaikan melalui video berdurasi satu hingga dua menit maupun dalam bentuk tulisan tangan. “Yang membuat gerakan ini berbeda adalah setiap kunjungan menghasilkan pesan kemerdekaan bagi murid di Jawa Timur. Pesan tersebut kemudian tertuang dalam sebuah video berdurasi satu sampai dua menit ataupun tulisan tangan dari para veteran,” jelas Aries. Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi berkembang menjadi model pendidikan karakter khas Jawa Timur karena memadukan literasi sejarah, kepedulian sosial, penghormatan kepada pejuang, serta dokumentasi sejarah lokal. “Jika buku mengajarkan sejarah, maka para veteran mengajarkan kepada anak-anak kita tentang harga kemerdekaan,” tuturnya. Antusiasme juga datang dari para veteran. Sejumlah veteran, menurut Aries, merasa terharu karena masih ada generasi muda yang bersedia datang langsung untuk mendengarkan pengalaman perjuangan mereka. Jatim Inisiasi “Para veteran mengapresiasi yang dilakukan murid-murid dan guru karena mereka terharu masih ada yang peduli dengan sejarah secara langsung, bukan hanya di buku. Mereka bisa mendengarkan langsung dari pelaku sejarah,” katanya.

Murid Belajar Kepedulian Sosial dari Kehidupan Veteran

Selain memperoleh pengetahuan sejarah, para pelajar juga menemukan beragam kondisi kehidupan para veteran. Ada yang hidup cukup mapan, tetapi terdapat pula veteran yang tinggal di rumah sederhana, rumah kontrakan, hingga tempat tinggal yang membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sosial bagi para murid bahwa penghormatan kepada pejuang tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian nyata. Sejumlah sekolah memilih tokoh maupun tempat bersejarah yang memiliki keterkaitan kuat dengan daerah masing-masing. Murid SMAN 1 Ngrambe, misalnya, melakukan ziarah ke makam Ki Ronggo Lelono. Melalui doa dan tabur bunga, para pelajar diajak mengenang nilai perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian tokoh yang dihormati sebagai salah satu leluhur Ngawi tersebut. Ki Ronggo Lelono dikenal sebagai tokoh leluhur dan mantan patih dalam legenda Kabupaten Ngawi yang dihormati sebagai salah satu cikal bakal pemimpin di daerah tersebut. Dindik Jatim Sementara itu, murid SMAN 1 Widodaren melakukan kunjungan ke rumah peninggalan Pahlawan Nasional dr. Radjiman Wedyodiningrat di Desa Ndirgo. Kisah perjuangan tokoh yang pernah memimpin Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tersebut disampaikan oleh Sagimin, penjaga makam dr. Radjiman. Dari kunjungan tersebut, para pelajar memperoleh pesan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi menjadi awal untuk terus berkarya serta berkontribusi bagi bangsa. Para murid juga diajak meneladani sosok dr. Radjiman sebagai pribadi yang berilmu, berani, dan mengabdikan diri kepada negara. Di wilayah lain, SMAN 1 Sukodadi menyambangi veteran perang Bandiyo. Sementara murid SMAN 1 Wonoayu berkesempatan bertemu dengan Liem, pejuang yang terkait dengan operasi Dwikora, Trikora, dan Sejora, serta Sumiyatun, istri pejuang Trikora. Keduanya tampak terharu ketika kembali menceritakan pengalaman perjuangan masa lalu kepada para pelajar.

Melanjutkan Perjuangan melalui Pendidikan

Aries berharap pengalaman bertemu langsung dengan veteran dan keluarga pejuang dapat memberikan kesan lebih mendalam kepada peserta didik dibandingkan sekadar mempelajari sejarah di ruang kelas. “Harapan kami, sepulang dari rumah veteran, anak-anak membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga daripada yang mereka berikan, yaitu cerita perjuangan, keteladanan, semangat pantang menyerah, dan kesadaran bahwa mereka mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan melalui pendidikan,” pungkasnya. Gerakan “Murid Menjemput Sejarah” sekaligus menjadi bagian dari visi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menghadirkan “Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak”. Melalui program tersebut, pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi turut menghadirkan pengalaman yang membentuk karakter, nasionalisme, kepedulian sosial, serta tanggung jawab peserta didik terhadap lingkungan dan bangsanya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dindik-jatim-inisiasi-gerakan-murid-menjemput-sejarah-pelajar-belajar-langsung-dari-veteran/97185/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.06 WITA

  • #Berita Pendidikan
  • #Dindik Jatim

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.