Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Digaji Rp 100 Ribu per Bulan: Saya tidak pernah menghitung itu, Biarlah Allah SWT yang mencukupkan rezeki saya

Digaji Rp 100 Ribu per Bulan: Saya tidak pernah menghitung itu, Biarlah Allah SWT yang mencukupkan rezeki saya

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Juni 2018, 03.39 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Di Gaji 200 Pertriwulan

Pangkep, Jurnalpost - Menjadi guru di daerah terpencil harus banyak sabar, demikian ucapan salah satu tenaga pengajar didaerah terpencil yang letak sekolahnya di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasa Tene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Di SDN 60 Bung Sekitar 4 guru berstatus Tenaga Honorer dan 3 orang berstatus PNS sedangkan di SDN 44 Bakka 5 Guru Honorer dan 3 Orang PNS. Masa depan bangsa ada di tangan para guru, Inilah kisah pilu Guru-guru di daerah Terpencil.

"Mengajar di daerah pelosok banyak tantangan yang harus dihadapi butuh tenaga yang luar biasa untuk mengubah kebiasaan negatif siswa, seperti tidak mandi pagi kalau mau ke sekolah, bolos hanya untuk bermain, tidak sikat gigi, lebih mementingkan kerja membantu orangtuanya, dan lain-lain" Ujarnya.

IKLAN

"Saya kadang menyampaikan kepada orangtua dan murid bahwa sekolah itu sangat penting apalagi di pegunungan siswa baru bisa pegang buku, kalau di sekolah, jadi sebaiknya dimanfaatkan baik-baik waktu saat belajar disekolah, karena anak di pegunungan tak punya banyak waktu untuk belajar di rumah"

FK UMSURA
Baca Juga

Kolaborasi Sekolah dan Fakultas Kedokteran: Membuka Wawasan tentang Dunia Mikroba

"Cinta saya dan teman-teman mengajar pada pendidikan mengalahkan segalanya. Gunung pun kan kudaki demi kasih saya kepada anak didiknya di SDN 60 Bung. Ya lumayan jauh sih. Kalau berjalan kaki kesekolah sekitar 2 jam dan lamanya, tapi demi sebuah pengabdian untuk pendidikan, rasa capek itu tidak pernah dirasakan."

Namun, bagi guru-guru di Daerah terpencil, baginya pengabdian dan profesi sebagai guru merupakan sebuah panggilan jiwa untuk melayani sesama.

“Saya sudah 16 tahun mengabdi sebagai guru honorer di daerah terpencil. Saya sudah malang melintang menelusuri hutan dan lereng-lereng gunung untuk mengajar atau memberikan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan, Saya akhirnya berpikir, saya harus tetap ada di sini. Karena kalau bukan saya siapa lagi" Jelasnya kepada jurnalpost.

Meraih kemuliaan hidup melalui pengorbanan dan pengabdian yang belum tentu mampu dijalani semua orang. Sayangnya, pengabdian yang diberikan mereka tidak sesuai dengan penghargaan dan kesejahteraan yang semestinya diterima dari negara. Terhitung sejak 1 Januari 2015 kini tunjangan guru daerah terpencil sudah ditiadakan oleh pemerintah, hal ini berdasar pada aturan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Screenshot 2026 09 25 113421
Baca Juga

SATU KLIK: Ikhtiar Guru Menghidupkan Literasi di Ruang Digital

IKLAN

Dan ditetapkan berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan data dari Kemdikbud bahwa Lokasi SDN 60 Bung dan SDN 44 Bakka sudah dikeluarkan dari kategori daerah tertinggal padahal jika melihat dari latar belakang sebelum aturan tersebut diberlakukan kondisi lingkungan SDN 60 Bung dan SDN 44 Bakka sama sekali tidak mengalami perubahan.

Harapan kami kepada pemerintah sebagai gurdacil: Sebaiknya pemerintah meninjau ulang kebijakan yang selama ini telah menghilangkan pemberian tunjangan bagi guru daerah terpencil.

Jangan tanya berapa gaji yang diterima teman-teman Guru honor saya setiap bulannya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup di wilayah yang serba terbatas dan terpencil. Apalagi dengan tangungan keluarga yang menjadi tanggung jawab mereka. Mereka tak pernah mengeluh, meski honor yang diterima hanya Rp300 ribu pertriwulan dari BOS.

’’Saya tidak pernah menghitung itu, yang terpenting bagi saya bagaimana bisa berbagi ilmu sehingga anak didik bisa pintar,’’ tuturnya. ’’Biarlah Allah SWT yang mencukupkan rezeki saya,’’ lanjutnya.

gen Alfa
Baca Juga

Menyelamatkan Gen Alpha: Mengapa Anak Aktif dan Gadget Sering Salah Dimengerti di Sekolah?

Kami para guru sudah merelakan sebagian hidup kami, kehilangan waktu berharga bersama keluarga tercinta untuk mengajar di daerah terpencil. Membiarkan masa muda dan kekuatan mereka tergerus oleh langkah-langkah kecil menembus hutan. Membagi sedikit ilmunya untuk sedikit menghilangkan “dahaga ilmu” masyarakat daerah terpencil.

Masa depan bangsa ada di tangan para guru, walaupun daerah terpencil dan jauh dari keluarga, semoga indonesia makin banyak melahirkan guru-guru berkualitas yang mau mendidik siapa saja dan dimana saja tanpa pandang bulu. (*)

TONTON VIDEO KISAH PERJALANAN GURU PELOSOK MENUJU TEMPAT TUGAS

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=6OMkxZbr-l0[/embed]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/digaji-100-per-bulan-saya-tidak-pernah-menghitung-itu-biarlah-allah-swt-yang-mencukupkan-rezeki-saya/6898/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.12 WITA

  • #Guru Pedalaman
  • #Harapan Guru
  • #Tenaga Honorer
  • #nasib guru
  • #sekolah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.