Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dialog Ormas Islam, Guru Besar UIN Jakarta Ungkap 3 Strategi Hadapi Geopolitik

Dialog Ormas Islam, Guru Besar UIN Jakarta Ungkap 3 Strategi Hadapi Geopolitik

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Juli 2025, 12.14 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Dialog Ormas Islam, Guru Besar UIN Jakarta Ungkap 3 Strategi Hadapi Geopolitik

Jakarta, JurnalPost.com — Pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto memasarkan tiga strategi utama yang perlu diadopsi organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam menghadapi dinamika geopolitik dan perubahan struktur kekuasaan global. Strategi tersebut mencakup penguasaan narasi, pengelolaan simbolik, dan tata kelola komunitas.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Ormas Islam dan Organisasi Kepemudaan Islam Tingkat Nasional yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

IKLAN

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menekankan bahwa pertarungan politik hari ini tidak lagi bersifat fisik atau struktural semata, melainkan terjadi dalam bentuk kontestasi narasi dan kesadaran kolektif.

pejabat Kementerian Agama
Baca Juga

Kemenag Tegaskan Peran Strategis Penghulu sebagai Perawat Umat di Tengah Transformasi KUA

“Pertarungan hari ini ditentukan oleh tiga hal: narasi, simbolik pemaknaan, dan pengelolaan komunitas. Jika ormas Islam tidak masuk ke ruang itu, maka akan terus tertinggal,” ujarnya di hadapan ratusan peserta dari berbagai ormas keagamaan dan Organisasi Kepemudaan Islam.

Menurutnya, penguasaan narasi menjadi kunci utama dalam membentuk opini publik dan arah kebijakan negara. Di era digital, siapa yang menguasai narasi, dialah yang menguasai realitas sosial. Ormas Islam, kata dia, harus tampil sebagai produsen narasi, bukan sekadar konsumen.

Faktor kedua adalah simbolik pemaknaan atau shared group consciousness. Gun Gun menjelaskan bahwa simbol-simbol publik, baik tokoh, istilah, maupun ritual, memiliki kekuatan besar dalam menciptakan kesadaran bersama. “Siapa yang menjadi ‘fantasier’ dalam imajinasi publik, akan memengaruhi arah berpikir komunitas,” terangnya.

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu melanjutkan, strategi ketiga adalah CPF atau Community and Privacy Management. Dalam konteks ini, ormas perlu mampu membina komunitas secara berkelanjutan dan mengelola ruang privasi agar tetap relevan, adaptif, dan tak mudah terpecah.

Uji Kapasitas
Baca Juga

Masuk Tahap Wawancara, Kemenag Uji Kapasitas Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh

IKLAN

Gun Gun juga mengingatkan pentingnya shared understanding antarormas. “Kalau masing-masing hanya bicara pada diri sendiri dan terus membawa ego sektoral, mustahil kita bisa membangun kekuatan kolektif umat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan lemahnya voice of the voiceless, suara dari kelompok marginal dan non-dominan yang seharusnya bisa diperjuangkan oleh ormas Islam. “Jika suara alternatif itu lemah, maka yang dominan adalah suara pragmatis dan kekuasaan. Ini berbahaya bagi demokrasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gun Gun juga mengkritik munculnya budaya yes-man di internal organisasi. Ia menyebut hal ini sebagai akibat dari fenomena groupthink, yaitu keengganan berbeda pendapat demi menjaga harmoni semu. “Kita butuh organisasi yang kritis, bukan penurut,” tegasnya.

Ormas Islam, tambahnya, sejatinya adalah inkubator strategis untuk melahirkan sumber daya manusia unggul. Namun jika mentalitas ikut arus terus dominan, maka ormas gagal menyiapkan kader untuk mengisi posisi strategis bangsa.

Peserta Short Course
Baca Juga

Peserta Short Course Penghulu Ikuti GEMAH, Perkuat Implementasi Ekoteologi di KUA

Ia mendorong ormas dan OKP Islam untuk tidak sekadar menjadi alat konsumsi elektoral jangka pendek. “Tugas kita bukan mendekati kekuasaan demi posisi, tapi menjaga bangsa ini tetap waras, jujur, dan bermartabat melalui narasi kebenaran,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i. Hadir pula Staf Khusus Menteri Agama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Suparman, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu I Nengah Duija, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi.

Selain itu, hadir pula Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ali Ramdhani, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Adib, serta Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi dan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dialog-ormas-islam-guru-besar-uin-jakarta-ungkap-3-strategi-hadapi-geopolitik/84217/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.55 WITA

  • #Berita Kemenag
  • #UIN

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  5. 5

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.