Kuningan, JurnalPost.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas desa melalui Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Sub Komponen 2C1 Akademi Desa. Salah satu langkah strategis dalam program ini adalah mendorong pertukaran pengetahuan melalui produksi video pembelajaran yang berbasis pada modul dan praktik baik dari desa-desa berprestasi. Desa Jagara, yang terletak di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk produksi video ini, menampilkan berbagai inovasi dan pengelolaan wisata desa yang telah berhasil diterapkan.
Desa Jagara tidak hanya dikenal dengan potensi wisatanya, tetapi juga sebagai alumni dari program pendampingan yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PDTT di Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen Desa Jagara dalam mengembangkan diri dan memberdayakan masyarakatnya melalui praktik-praktik yang baik dan terencana.
Pejabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat, dalam wawancaranya dengan PSM Kemendesa, PDTT, Dian Maharani, menyampaikan bahwa produksi video pembelajaran ini merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik baik yang ada di Desa Jagara.
"Kami berupaya agar inovasi dan keberhasilan pengelolaan desa ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Melalui video ini, kami berharap lebih banyak desa yang terinspirasi dan termotivasi untuk mengimplementasikan praktik baik dalam pembangunan desa," ungkap Iip Hidayat.
Dalam acara yang berlangsung di kompleks Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia pada tanggal 30 Oktober 2023, produk dan inovasi dari Desa Jagara dipamerkan. Direktur BUMDES Mekar Jaya Desa Jagara, Sofian, juga memberikan keterangannya terkait proses produksi video pembelajaran tersebut.
Sofian Direktur BUMDES Mekar Jaya Desa Jagara pada saat wawancara dan footage produksi video pembelajaran.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bagaimana pengelolaan wisata desa dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus pelestarian budaya lokal. Video ini tidak hanya berisi informasi, tetapi juga inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah masing-masing," jelas Sofian.
Produksi video pembelajaran ini melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, termasuk pemuda dan kelompok-kelompok masyarakat yang aktif dalam pengembangan wisata. Dengan melibatkan masyarakat, Desa Jagara berharap video ini tidak hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan desa.
Kegiatan produksi video ini menandai langkah penting dalam upaya membangun desa yang berdaya saing dan mandiri. Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Desa dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Jagara siap menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mempromosikan praktik baik dan inovasi dalam pembangunan desa. Dengan harapan, ilmu dan pengalaman yang dibagikan melalui video ini dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Dengan inisiatif ini, Desa Jagara tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan lokal, tetapi juga berperan dalam memperkuat jaringan solidaritas antar desa di Indonesia. Sebagai langkah awal, video pembelajaran yang dihasilkan dapat menjadi salah satu referensi bagi desa-desa yang ingin mengembangkan potensi daerah mereka, khususnya dalam sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda